Review Film: Start-Up

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 29/01/2020 19:19 WIB
Review Film: Start-Up Start-Up menjadi gambaran perasaan sekelompok remaja ketika berhadapan dengan pilihan-pilihan untuk memasuki dunia nyata dan kedewasaan. (dok. Next Entertainment World via Klikfilm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Start-Up menjadi sedikit gambaran perasaan sekelompok remaja ketika berhadapan dengan pilihan-pilihan untuk memasuki dunia nyata dan kedewasaan.

Start-Up mengisahkan kehidupan Taek-il yang kerap bertengkar dengan ibunya karena tak mau belajar dan melanjutkan sekolah.

Pertengkaran hebat tak terelakkan ketika Taek-il kedapatan menggunakan uang les untuk membeli sepeda motor butut. Hal itu membuat Taek-il memilih untuk kabur dari rumah tanpa tujuan yang jelas.


Bermodalkan sedikit uang, Taek-il pergi dari Seoul menuju Gunsan, Provinsi Jeolla Utara. Dalam waktu singkat, ia memilih bekerja di sebuah restoran China sebagai pengantar makanan.

Pekerjaan itu membuatnya bertemu dan tinggal bersama dengan pekerja lainnya, salah satunya koki Go-seok. Hal itu perlahan membuat Taek-il mulai menyadari nilai kehidupan dan keluarga.

Seperti biasa, film Korea selalu memasukkan nilai-nilai kehidupan yang bisa menyatu dengan penonton. Hal itu juga dilakukan sutradara Choi Jeong-Yeol. Film yang diadaptasi dari webcomic karya Jo Geum-san ini sarat dengan nilai kehidupan.

Kenakalan ala remaja seperti melawan orang tua ditampilkan Park Jung-min yang berperan sebagai Taek-il. Film ini juga mengangkat kisah mengenai penagih utang, perdagangan seks di bawah umur, sertifikat bodong, serta pembongkaran bangunan ilegal.

Beberapa pesan disampaikan lewat banyak adegan dan dialog dalam film ini, seperti hidup kadang tak sesuai dengan keinginan, kasih sayang orang tua kepada anak di balik amarah, serta rela melakukan hal yang tak disuka demi bertahan hidup.

Namun amat disayangkan, semua tak dieksekusi mendalam. Semua terasa setengah-setengah sehingga konflik dalam film ini pun terasa biasa saja. Keterkaitan antar tokoh pun tanggung meski diungkap jelang akhir film.

Review Film: Start-UpStart-Up menjadi gambaran perasaan sekelompok remaja ketika berhadapan dengan pilihan-pilihan untuk memasuki dunia nyata dan kedewasaan. (dok. Next Entertainment World via Klikfilm)

Karakter Park Jung-min dalam film ini serupa dengan perannya dalam Tazza: One Eyed Jack, yaitu sedikit berandalan, tak mau mengalah, dan menjadi sasaran bogem orang lain. Perkembangan karakter memang terjadi namun semua terasa amat familiar.

Karakter Ma Dong-seok dalam Start-Up sesungguhnya juga mungkin sudah sering disaksikan penggemar film Korea. Idiom "Badan Rambo hati Rinto" paling tepat menggambarkan karakter Ma Dong-seok di sebagian besar filmnya.

Namun, dagelan-dagelan yang disuguhkan Ma Dong-seok tetap bisa membuat penonton tertawa. Apalagi dalam film ini, ia menjadi penggemar girlband TWICE. Aktor yang akan menjadi salah bintang film Marvel ini bahkan meliukkan badan dan menyanyikan lagu TWICE.

Karakter Jung Hae-in dalam film Start-Up cukup menyegarkan. Karakter yang amat menawan serta protagonis seperti dalam One Spring Night, Something in the Rain, dan While You Were Sleeping tak terlihat dalam film ini.

Jung Hae-in mampu menunjukkan sisi berandalan dalam dirinya. Aktor kelahiran 1 April 1988 ini juga berhasil menampilkan kegalauan, kepanikan, serta kenakalan ala remaja 18 tahun yang terjebak dalam pekerjaan penagih utang.

[Gambas:Youtube]

Secara keseluruhan eksekusi film hasil adaptasi ini terasa tak begitu maksimal padahal dibintangi artis-artis ternama seperti Park Jung-min, Ma Dong-seok, Jung Hae-in, Yum Jung-ah (Sky Castle), Ko Du-shim (When the Camellia Blooms) serta Kim Jong-soo (Kingdom).

Namun, Start-Up yang tayang di Indonesia sejak 22 Januari ini tetap bisa dinikmati mulai dari anak remaja, dewasa hingga penggemar K-pop. Film ini bisa disaksikan di jaringan bioskop CGV dan Cinepolis. (end)