Review Album: Stephanie Poetri - Do You Love Me

tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 19:41 WIB
Review Album: Stephanie Poetri - Do You Love Me Stephanie Poetri merilis mini album berisi dua lagu, bertajuk Do You Love Me, pada Jumat (14/2). (dok. 88Rising/YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia -- Label 88Rising meluncurkan mini album Stephanie Poetri tepat di Hari Valentine, Jumat (14/2). Sebelumnya, ia lebih dulu dikenal lewat I Love You 3000 dan Appreciate yang edar pada 2019 lalu.

Hanya ada dua lagu dalam mini album itu. Yang pertama, Do You Love Me, juga dijadikan tajuk mini album. Dan kedua, Touch. Keduanya dilengkapi dengan video musik yang dipublikasikan berbarengan di hari perilisan.

Stephanie muncul pertama kali dalam I Love You 3000, disertai sebuah video sangat sederhana yang menampilkan putri penyanyi Titi DJ itu selayaknya remaja kota besar, penuh senyum dan mimpi. I Love You 3000 adalah lagu cinta yang ringan, memiliki lirik manis yang dengan cerdas memanfaatkan momen Avengers: Endgame.


Kesederhanaan manis Stephanie itu tak terasa dalam Do You Love Me maupun Touch. Ini adalah Stephanie yang penyanyi di bawah label, ia sudah berpindah level.

Do You Love Me masih berbicara soal cinta, formula klise yang tak pernah lekang oleh waktu. Kali ini, lebih meriah dengan lebih banyak instrumen musik dan gaya RnB modern. Secara keseluruhan, lagu ini memenuhi syarat untuk masuk daftar Lagu Populer Hari Ini: ringan, video musik berwarna-warni, lirik yang mudah dicerna, dan pengulangan yang mengingatkan pada lagu Justin Bieber.

Rasanya, tak bakal butuh waktu lama sampai Do You Love Me diperdengarkan di radio atau dinyanyikan oleh selebriti yang kemudian mengunggahnya di Instagram. Seringan itu, se-pop itu.

[Gambas:Youtube]

Touch memiliki napas berbeda, bergaya Haim dengan tempo lebih kalem, lebih menonjolkan suara gitar sebelum masuk ke bagian chorus yang seketika menjadikan lagu ini, sekali lagi, 'sangat-pop'. Di sini, artikulasi Stephanie sungguh mengingatkan pada Haim bersaudara, bahkan dengan ketebalan suara serupa.

"All I need is a bit of your touch, but just a little is a little too much, I wanna believe in a me without us," kata Stephanie.

[Gambas:Youtube]

Tidak ada yang salah dengan menjadi pop. 88Rising pasti melihat potensi itu di Stephanie Poetri. Mereka menambah polesan, yang bukan sekadar make up di wajah, namun di aransemen musik dan juga, kedua video terbaru. Terlebih Touch, yang setiap adegannya begitu 'Instagram-able' dan dengan mengejutkan menyelipkan promo sebuah bank swasta.
Stephanie Poetri dan Niki Zefanya memang tidak untuk dibandingkan. Namun, Niki menulis dan memproduseri sendiri lagu-lagunya - meski tidak semua. Mungkin itu yang menyebabkan Stephanie seolah kehilangan sesuatu dalam Do You Love Me dan Touch.

Dengan citra manis dan segar, Stephanie bak mimpi yang terwujud. Semoga ia tidak kehilangan diri saat menjalani mimpi itu. (rea)