The Man Standing Next bermula ketika Korea sepenuhnya dikontrol oleh Presiden Park (Lee Sung-min) pada tahun 1970-an. Presiden Park adalah otak sekaligus pemegang kendali penuh atas Badan Intelijen Korea (KCIA). Hal itu membuat Kepala Badan Intelijen Korea (KCIA) Kim Gyu-pyeong (Lee Byung-hun) berada di posisi kedua tertinggi kepemimpinan Korea.
Ketegangan politik yang meningkat menyebabkan Kim Gyu-pyeong membunuh Presiden Park. Namun, 40 hari sebelum pembunuhan itu terjadi, tepatnya di tengah situasi kritis yang terjadi di tingkat pemimpin, Park Yong-gak (Kwak Do-won) memberikan kesaksian penting dalam persidangan di Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam persidangan, Park Yong-gak bersaksi mengenai hal-hal melawan Korea Selatan. Kesaksian tersebut membuat Kim Gyu-pyeong dan Kwang Sang-cheon (Lee Hee-joon) menyusun rencana untuk mencegah hal itu terjadi.
Dalam The Man Standing Next, Lee Byung-hun berperan menjadi Kepala Badan Intelijen Korea (KCIA) Kim Gyu-pyeong. (Foto: Frazer Harrison/Getty Images/AFP) |
[Gambas:Youtube]
Film ini sudah tayang di Korea Selatan sejak 22 Januari 2020. Berdasarkan data Dewan Perfilman Korea, The Man Standing Next telah menjual lebih dari 4,7 juta tiket hingga 26 Februari 2020.
Kini, The Man Standing Next resmi tayang di Indonesia pada 26 Februari dan bisa disaksikan di jaringan bioskop CGV Cinema, dan Cinepolis.
[Gambas:Video CNN] (chri/rea)
Dalam The Man Standing Next, Lee Byung-hun berperan menjadi Kepala Badan Intelijen Korea (KCIA) Kim Gyu-pyeong. (Foto: Frazer Harrison/Getty Images/AFP)