Hal tersebut berdampak langsung pada film-film yang tayang, salah satunya adalah Beasts Clawing at Straws. Film yang memenangkan Jury Award di International Film Festival Rotterdam tersebut hanya mendapatkan 164 ribu penonton saat akhir pekan. Padahal, film baru biasanya bisa ditonton lebih dari 300 ribu penonton pada pekan debut.
Selain itu penurunan jumlah penonton, wabah virus corona juga membuat sejumlah film lokal dan Hollywood ditunda penayangannya serta batal menggelar acara promosi di Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wabah juga memengaruhi produksi film. Film Bargaining yang akan dibintangi Hyun Bin dan Hwang Jung-min batal mengambil gambar di Yordania. Padahal, pengambilan gambar itu dijadwalkan mulai pada akhir Maret. Pembatalan disebabkan Yordania saat ini melarang warga Korea Selatan masuk demi mencegah penyebaran virus corona.
Pada akhir pekan lalu, virus corona (COVID-19) menyebar secara masif di Korea Selatan. Sebelum pekan berakhir, kurang dari 100 orang dilaporkan terinfeksi. Berdasarkan data pada Senin (24/2) sudah 763 orang terinfeksi dan tujuh pasien yang meninggal dunia.
Pada Minggu (23/2), Presiden Moon Jae-in resmi menetapkan Korea Selatan siaga satu virus corona. Hal itu membuat pemerintah berhak melakukan sejumlah tindakan tegas untuk mencegah penyebaran masif virus, salah satunya adalah melarang anggota sekte di Daegu untuk bertemu dan berkumpul. Larangan tersebut dikeluarkan sebab sebagian besar korban terinfeksi corona merupakan anggota sekte di Daegu tersebut.
Presiden Moon Jae-in juga menginstruksikan semua lapisan masyarakat mengurangi kunjungan ke tempat yang banyak orang demi mencegah penyebaran wabah virus corona.
Namun hal itu telah dilakukan oleh pelaku industri hiburan Korsel. Mereka membatalkan sejumlah konser, baik di Korea maupun negara-negara di Asia Tenggara, Asia Timur, dan Eropa. Acara musik mingguan tetap digelar, meski tanpa fan.
[Gambas:Video CNN] (chri/rea)