Virus Corona Mulai 'Lumpuhkan' Industri Perfilman Korea

tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 10:31 WIB
Virus Corona Mulai 'Lumpuhkan' Industri Perfilman Korea Ilustrasi bioskop yang kosong. (Foto: Istockphoto/JurgaR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri perfilman Korea Selatan harus terimbas wabah virus corona (COVID-19). Berdasarkan data Dewan Perfilman Korea, jumlah penonton bioskop Korea jatuh pada akhir pekan lalu dengan angka kurang dari 300 ribu. Padahal pada pekan kedua Februari, sempat terjadi pemulihan jumlah penonton dengan 474 ribu orang.

Hal tersebut berdampak langsung pada film-film yang tayang, salah satunya adalah Beasts Clawing at Straws. Film yang memenangkan Jury Award di International Film Festival Rotterdam tersebut hanya mendapatkan 164 ribu penonton saat akhir pekan. Padahal, film baru biasanya bisa ditonton lebih dari 300 ribu penonton pada pekan debut.

Selain itu penurunan jumlah penonton, wabah virus corona juga membuat sejumlah film lokal dan Hollywood ditunda penayangannya serta batal menggelar acara promosi di Korea Selatan.


Pada Senin (24/2), Walt Disney Company Korea mengumumkan film animasi Onward yang seharusnya tayang Maret diundur ke April. Dilaporkan The Korea Herald, hal serupa terjadi pada film-film lokal seperti Time to Hunt, Innocence, dan The Wandering Chef yang seharusnya tayang dalam dua pekan ke depan juga ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Wabah juga memengaruhi produksi film. Film Bargaining yang akan dibintangi Hyun Bin dan Hwang Jung-min batal mengambil gambar di Yordania. Padahal, pengambilan gambar itu dijadwalkan mulai pada akhir Maret. Pembatalan disebabkan Yordania saat ini melarang warga Korea Selatan masuk demi mencegah penyebaran virus corona.

Hal tersebut membuat tim produksi menggelar rapat darurat untuk menentukan akan tetap mengambil gambar di Yordania hingga larangan tersebut dicabut atau memilih negara lain. Selain Yordania, Israel dan Bahrain juga sudah melarang turis dari Korea Selatan masuk. 

Pada akhir pekan lalu, virus corona (COVID-19) menyebar secara masif di Korea Selatan. Sebelum pekan berakhir, kurang dari 100 orang dilaporkan terinfeksi. Berdasarkan data pada Senin (24/2) sudah 763 orang terinfeksi dan tujuh pasien yang meninggal dunia.

Pada Minggu (23/2), Presiden Moon Jae-in resmi menetapkan Korea Selatan siaga satu virus corona. Hal itu membuat pemerintah berhak melakukan sejumlah tindakan tegas untuk mencegah penyebaran masif virus, salah satunya adalah melarang anggota sekte di Daegu untuk bertemu dan berkumpul. Larangan tersebut dikeluarkan sebab sebagian besar korban terinfeksi corona merupakan anggota sekte di Daegu tersebut.
Selain itu, pemerintah juga menunda tahun ajaran baru. Sehingga, sekolah mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) akan diliburkan pada 2-9 Maret.

Presiden Moon Jae-in juga menginstruksikan semua lapisan masyarakat mengurangi kunjungan ke tempat yang banyak orang demi mencegah penyebaran wabah virus corona.

Namun hal itu telah dilakukan oleh pelaku industri hiburan Korsel. Mereka membatalkan sejumlah konser, baik di Korea maupun negara-negara di Asia Tenggara, Asia Timur, dan Eropa. Acara musik mingguan tetap digelar, meski tanpa fan. 

[Gambas:Video CNN] (chri/rea)