Wabah Virus Corona, Banyak Bioskop Jepang Mulai Tutup

CNN Indonesia | Sabtu, 29/02/2020 11:24 WIB
Wabah Virus Corona, Banyak Bioskop Jepang Mulai Tutup Ilustrasi. Sejumlah jaringan bioskop besar di Jepang mulai tutup demi mencegah perluasan wabah virus corona.(Istockphoto/ismagilov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri perfilman Jepang mulai merasakan dampak penyebaran virus corona. Mereka mulai menunda perilisan film, menutup bioskop hingga mengembalikan uang pembelian tiket.

Toho Cinemas, jaringan bioskop terbesar di Jepang, mengumumkan pembeli yang telah memesan tiket sebelumnya akan mendapatkan pengembalian dana penuh.

Hal serupa dilakukan jaringan bioskop Shochiku Multiplex Theaters. Sementara itu, jaringan bioskop Le Cinema di Tokyo memilih untuk tutup sejak Jumat (28/2).


Tak hanya itu, perilisan film terbaru dari Doraemon dan Jimaro akan diundur. Awalnya kedua film tersebut akan dirilis pada 6 Maret dan 28 Februari dengan target penonton anak-anak saat liburan musim semi.

Pada awal pekan ini, pemerintah Jepang menginstruksikan pembatalan atau penundaan dalam dua pekan semua rencana pergelaran acara di segala sektor, termasuk sekolah hingga April. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona secara masif di masyarakat.

Perintah ini sebenarnya sudah dilakukan oleh sekolah di sejumlah wilayah. Misalnya di Hokkaido utara, lokasi seorang pria berusia 80 tahun meninggal karena terinfeksi covid-19. Kebanyakan sekolah di sana sudah ditutup atas instruksi Gubernur Hokkaido Harumi Takahashi.

Perdana Menteri Shinzo Abe juga meminta para warga bekerja dari rumah dan melakukan perjalanan di luar jam sibuk serta menghindari pertemuan-pertemuan besar.

Hal itu membuat taman rekreasi Disneyland dan Disneysea Tokyo, Jepang, ditutup selama dua pekan mendatang dari Sabtu 29 Februari hingga Minggu 15 Maret.

Sejumlah langkah diambil pemerintah Jepang setelah dihujani kritik karena dianggap lambat dalam penanganan kasus kapal pesiar Diamond Princess. Setidaknya lebih dari 700 orang dinyatakan positif covid-19 dalam kapal tersebut, dan empat penumpang meninggal.

Berdasarkan data Jumat (28/2), sembilan orang meninggal dunia di Jepang akibat virus corona. (chri/end)