"BIGBANG merupakan grup yang telah melampaui batasan musik dan mengubah aliran budaya pop Korea Selatan. Kami akan mendukung BIGBANG di segala sektor sehingga mereka terus berkontribusi dalam menulis sejarah K-pop," tulis YG Entertainment seperti dilansir EDaily via Naver.
BIGBANG telah lama hiatus dari dunia musik. Para member satu per satu menjalani wajib militer dalam waktu berdekatan. Made menjadi album terakhir yang dirilis pada 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh member kini telah menyelesaikan wajib militer. BIGBANG dikabarkan akan comeback pada tahun ini. Awalnya, comeback perdana direncanakan dilakukan di festival musik Coachella 2020. Mereka dijadwalkan tampil pada 10 dan 17 April.
Sementara itu, para pakar sebelumnya memprediksi saham YG Entertainment akan membaik bahkan melonjak, jika BIGBANG memperpanjang kontrak. Keuntungan YG Entertainment diduga bisa mencapai Rp354 miliar.
"Jika BIGBANG comeback, keuntungan diprediksikan mencapai 30 miliar won [sekitar Rp354 miliar]," kata Yuanta Securities Korea Co. Ltd.
Sepanjang 2019, saham YG Entertainment kerap jatuh akibat sejumlah kasus yang menjerat anggota BIGBANG, iKON hingga CEO Yang Hyun-suk.
Pada Juli 2019, kasus Yang Hyun-suk menjadi perantara jasa prostitusi membuat saham YG menurun 14,1 persen dari 43.250 won menjadi 37.150 won.
Akhir Juli, saham YG Entertainment kembali jatuh ke angka 25.500 won yang menunjukkan penurunan 3,77 persen akibat kasus bisnis prostitusi dalam gedung milik anggota BIGBANG, Daesung.
[Gambas:Video CNN] (chri/rea)