Variety melaporkan, berdasarkan pengecekan 1.000 lembar dokumen yang dibuka oleh New York City, ada sebuah percakapan Harvey dengan seorang wartawan yang tengah menulis soal kasus pelecehan tersebut pada 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wartawan tersebut diketahui sempat bertanya kepada Sallie Hofmeister terkait tuduhan itu.
Wartawan tersebut menulis kepada Hofmeister bahwa dirinya bermaksud menerbitkan kisah yang berisi bahwa Jennifer Aniston mengalami pelecehan seksual oleh Harvey Weinstein.
Namun menurut perwakilan Aniston kepada Variety, tuduhan yang dimaksud oleh wartawan tersebut tidaklah benar.
"Klaim National Enquirer adalah salah. Jennifer tidak pernah dilecehkan atau diserang oleh Harvey," kata perwakilan Aniston, Stephen Huvane melalui surel, baru-baru ini.
Variety menyebut percakapan berisi ancaman kepada Aniston oleh Harvey Weinstein tersebut adalah salah satu dari bagian dari dokumen yang dibuka kepada publik pada pekan ini.
Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan keputusasaan Weinstein mencari bantuan menghadapi permasalahan yang menjadi pintu masuk kejatuhannya dan pemicu gerakan #MeToo.
Dokumen itu juga berisikan email Harvey Weinstein kepada kepada kurang lebih dua lusin orang yang memiliki pengaruh besar, termasuk miliarder Michael Bloomberg dan Jeff Bezos.
Tak hanya itu, Weinstein yang diduga panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan teman-temannya yang berkuasa dan punya pengaruh, seperti wakil direktur NBC Universal Ronald Meyer, eksekutif Apple Inc Tim Cook, dan Kepala Konten Netflix Theodore A. Sarandos Jr.
Kini, Weinstein sudah divonis bersalah atas pelecehan seksual dan pemerkosaan. Namun, produser dari waralaba Kill Bill ini harus menghadapi empat tuntutan pelecehan seksual lainnya. (chri/end)