'Menghapus' Corona dari Peninggalan Firaun di Mesir

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 08:22 WIB
'Menghapus' Corona dari Peninggalan Firaun di Mesir Kementerian Pubakala Mesir menginstruksikan disinfeksi dan sterilisasi di situs-situs kuno terkemuka juga museum demi menghambat penyebaran corona. (AFP/KHALED DESOUKI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para petugas kebersihan di Museum Mesir di Cairo tak bisa bekerja dari rumah. Mereka punya tugas khusus di museum tersebut, menyemprot disinfektan ke seluruh bagian museum demi mencegah penyebaran virus corona.

Mengenakan pakaian putih, sarung tangan, dan masker wajah, para petugas menyemprotkan penyanitasi menyeberangi aula museum yang luas, rumah dari ribuan peninggalan Mesir Kuno hingga era Romawi yang amat berharga.

Museum ini juga menyimpan banyak benda berharga lainnya dari dinasti Firaun ke-18, Raja Tutankhamun, beberapa di antaranya topeng emas, kereta, dan singgasana.


Terletak di Tahrir Square yang terkenal, museum ini telah lama menjadi incaran para turis.

"Museum telah diminta tutup dari Senin (23/3) hingga 31 Maret mendatang dan kami memulai tindakan pembersihan pada permukaan luar," kata direktur Museum Mesir, Sabah Sediq.

Artefak-artefak itu tersimpan di lemari kaca kala para petugas kebersihan melakukan prosedur disinfeksi.

"Kami akan menggunakan bahan khusus yang dirancang untuk membersihkan dan melindungi artefak di laboratorium restorasi," kata Sediq.

Tindakan pembersihan serupa harus dilakukan di seluruh situs arkeologi dan museum di seluruh Mesir demi terhindar dari pandemi Covid-19.

Pada Sabtu (21/3), Kementerian Kepurbakalaan Mesir mengatakan tindakan disinfeksi dan sterilisasi telah dilakukan di situs-situs kuno terkemuka, termasuk di katakomba Kom al-Shoqafa dan tiang-tiang kemenangan Romawi, Pompey's Pillar, di pesisir Alexandria.

'Menghapus' Corona dari Peninggalan Firaun di MesirMengenakan pakaian putih, sarung tangan, dan masker wajah, para petugas menyemprotkan penyanitasi menyeberangi aula museum yang luas. (AFP/KHALED DESOUKI)

Prosedur ini juga diterapkan pada hotel, pelabuhan dan bandara, stasiun kereta, dan kota-kota lainnya di Mesir.

Kementerian Kesehatan Mesir telah mengumumkan ada 442 kasus positif Covid-19 dengan 21 di antaranya meninggal dan 80 dinyatakan sembuh.

Pemerintah juga telah memutuskan kebijakan pembatasan interaksi sosial di negara dengan 100 juta penduduk tersebut, menutup sekolah dan kampus, serta meminta kafe, restoran, mal dan klub olahraga untuk tutup pada pukul 7 malam.

Segala penerbangan juga telah ditunda hingga akhir Maret mendatang.

Kementerian Agama Mesir telah menutup seluruh masjid dan gereja dan melarang peribadatan berjemaah setidaknya dalam dua pekan ini. (end)