Dampak dari Drama Perselingkuhan Macam World of the Married

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Minggu, 05/04/2020 09:20 WIB
Banyak penggemar drama Korea yang terbawa emosi dan geregetan dalam mengikuti jalan cerita serial soal perselingkuhan macam The World of the Married. Banyak penggemar drama Korea yang terbawa emosi dan geregetan dalam mengikuti jalan cerita serial soal perselingkuhan macam The World of the Married. (dok. JTBC via HanCinema)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Kadang sampai di-pause dulu [dramanya], tarik nafas, baru di-play lagi karena emosi," celoteh Selvi, seorang penggemar drama Korea kala menceritakan pengalamannya menyaksikan serial tentang perselingkuhan seperti The World of the Married atau VIP.

Selvi tak sendirian. Banyak penggemar drama Korea yang terbawa emosi dan geregetan dalam mengikuti jalan cerita serial soal perselingkuhan macam The World of the Married yang kini jadi perbincangan di antara penggemar 'Drakor'.

Kekuatan cerita itu pula yang membuat drama ini memperpanjang drama Korea tentang ketidaksetiaan dan mendapatkan rating cukup memuaskan, sebagai bukti bahwa kisah soal skandal perselingkuhan memang digemari orang banyak.


Nielsen Korea mencatat drama ini mendapatkan rating 6,3 persen pada episode pertama dan 10 persen untuk episode kedua sejak tayang 27 Maret.
Dampak dari Drama Perselingkuhan Macam World of the MarriedThe World of the Married menceritakan Lee Tae-oh berselingkuh di belakang Ji Sun-woo dengan bantuan orang-orang di sekitar mereka. (dok. JTBC via HanCinema)

The World of the Married menceritakan pernikahan Ji Sun-woo dan Lee Tae-oh yang terlihat bahagia dan sempurna karena bisa sejalan dengan tingkatan karier. Namun, Lee Tae-oh ternyata berselingkuh di belakang Ji Sun-woo dengan bantuan orang-orang di sekitar mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, drama soal perselingkuhan menjadi salah satu pilihan utama tontonan masyarakat Korea dan penggemar 'Drakor' selain genre romansa komedi.

Salah satunya adalah My Rosy Life yang mendapatkan rating rata-rata 34,2 persen dan sempat mencapai 47 persen. Hal tersebut menjadikannya drama dengan rating tertinggi kedua pada 2005 setelah drama romansa komedi My Lovely Sam Soon yang dibintangi Hyun Bin.

Drama My Husband's Woman juga memiliki inti permasalahan serupa dan mendapatkan rating tertinggi kedua sepanjang 2007 setelah drama sejarah Jumong.

Rating terendah drama tersebut 11,8 persen pada episode pertama dan terus menanjak hingga 40,3 persen di episode terakhir.

Sejumlah persamaan bisa ditemukan di drama-drama itu mulai dari pernikahan yang terlihat sempurna, pasangan suami istri yang sukses di pekerjaan dan di rumah, istri selalu menjadi korban perselingkuhan, serta perempuan idaman lain yang masih di lingkar pertemanan sang istri.
Dampak dari Drama Perselingkuhan Macam World of the MarriedDrama My Husband's Woman juga memiliki inti permasalahan perselingkuhan dan mendapatkan rating tertinggi kedua sepanjang 2007. (dok. SBS via HanCinema)

Pola seperti itu juga terlihat dalam drama terbaru The World of the Married, serta VIP yang tayang tahun lalu.

Kendati demikian, beberapa penulis juga memilih pola lain seperti berawal dari hubungan suami istri yang dingin, sang istri berselingkuh dengan pria lain yang tak sesukses suami. Laki-laki baru itu seakan menghidupkan rasa cinta kepada tokoh utama perempuan karena terlihat lebih perhatian.

Pola itu bisa dilihat dalam drama Listen to Love, Love Affairs in the Afternoon, dan Secret Affair yang juga dibintangi Kim Hee-ae.

Tak hanya Korea Selatan, pola serupa tapi tak sama tersebut juga dipakai serial Barat seperti Sex and the City, Desperate Housewives, dan Scandal meski nasib akhir setiap pasangan tersebut berbeda-beda.

'Belajar' dari Drakor

Meski kerap diangkat ke layar kaca, beberapa pecinta drama tetap mengikuti drama baru mengenai perselingkuhan. Salah satunya Isra yang setidaknya telah mengikuti drama Korea VIP dan serial Inggris Doctor Foster. Berawal dari ingin membandingkan, ia mengaku mulai mengikuti drama The World of the Married.

"Akting Kim Hee-ae ternyata kece juga. Ngikutin dua-duanya karena suka dan berhubungan aja dengan kehidupan sehari-hari enggak terlalu romansa yang bikin ngayal tinggi menemukan laki-laki cakep," kata Isra kala berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Ia juga mengatakan drama dengan tema tersebut menyajikan banyak pelajar termasuk menjadi referensinya ketika berumah tangga. "Sikap apa yang harus dilakukan ke pasangan biar menjaga rumah tangga dan terhindar dari perselingkuhan," tuturnya.

Sedangkan Selvi, meski selalu emosi saat menyaksikan cerita perselingkuhan, berjanji akan tetap mengikuti perkembangan drama tersebut.

"Lebih kena ke hati kalau drama perselingkuhan, apalagi kalau sudah menikah. Dibandingkan percintaan anak kuliah atau sekolah. Jadi bisa belajar juga biar enggak diselingkuhi," kata Selvi.

Dampak dari Drama Perselingkuhan Macam World of the MarriedDrama Korea VIP memiliki kisah perselingkuhan yang menarik minat penonton. (dok. SBS via HanCinema)

Namun, pandangan berbeda disampaikan Ayu. Love Affairs in the Afternoon menjadi satu-satunya drama perselingkuhan yang ditonton sebelum The World of the Married tayang. Kala itu, Ayu yakin perselingkuhan terjadi karena suatu alasan yang menjadikannya sebuah pelajaran.

"Menurutku selingkuh itu tetap salah kalau diam-diam. Mending jujur daripada selingkuh. Kalau jujur kan bisa menemukan permasalahannya dan mungkin bisa diselesaikan," tutur Ayu.

Namun, pandangan itu berubah ketika menyaksikan The World of the Married. "Dulu saya kayak lebih pro ke yang selingkuh ya karena beberapa alasan. Tapi [The World of the Married] ini ya ampun jahat banget suaminya. Bakal ngikutin karena kenapa suaminya tega begitu padahal istrinya sempurna," kata Ayu.

Paparan Negatif

Psikolog Rena Masri mengatakan tiap orang memiliki alasan masing-masing dalam menyukai tontonannya, termasuk drama perselingkuhan, seperti mengikuti tren atau berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Namun, ia mengatakan beberapa hal harus diperhatikan dan disikapi ketika menyaksikan drama yang menguras emosi tersebut, salah satunya adalah kestabilan emosi.

"Kalau sudah dewasa harus lihat apakah itu memengaruhi kestabilan emosi atau tidak. Karena kalau ada pengalaman serupa itu akan menggugah emosi penonton. Sehingga emosi tak stabil, cemas lagi, khawatir lagi mungkin sekali muncul," kata Rena kala berkorespondensi dengan CNNIndonesia.com.

[Gambas:Youtube]

Selain itu, ia juga juga mengingatkan bahaya dari paparan hal negatif yang berulang. Hal tersebut dinilai bisa mengubah perilaku dan pemikiran orang tersebut.

"Seandainya kita baik-baik saja. Tidak ada alasan untuk insecure, mungkin tontonan itu enggak akan memengaruhi. Tapi kalau terus menerus setiap hari sehingga mungkin timbul pikiran suami/istri gue seperti itu enggak ya?" ucapnya.

"Sehingga semua sangat tergantung kepada kepribadian penonton itu sendiri, kuat atau tidak. Kembali ke diri masing-masing," Psikolog Rena Masri menegaskan.

(end)