Timothee-Armie Hammer Gabung Sekuel Call Me By Your Name

CNN Indonesia | Sabtu, 04/04/2020 04:36 WIB
Timothee Chalamet, Armie Hammer dan sejumlah pemeran film Call Me By Your Name dipastikan bakal kembali membintangi sekuelnya. Timothee Chalamet, Armie Hammer dan sejumlah pemeran film Call Me By Your Name dipastikan bakal kembali membintangi sekuelnya. (AFP PHOTO / VALERIE MACON)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timothee Chalamet, Armie Hammer dan sejumlah pemeran film Call Me By Your Name dipastikan bakal kembali membintangi sekuelnya. Sutradara Luca Guadagnino mengonfirmasi hal tersebut kala berbincang dengan media lokal La Republika.

"Sebelum wabah virus corona, saya merencanakan perjalanan ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan penulis yang amat saya cintai, dan tak bisa saya sebutkan namanya, untuk membahas proyek sekuel ini. Sayangnya kami harus membatalkan itu," ungkap Guadagnino.

Meski produksi terhambat, sang sutradara yang juga mengarahkan film pertamanya ini tetap berbagi kabar baik soal proyek sekuel tersebut.


"Dan tentunya, sangat bergembira untuk bisa bekerja dengan Timothée Chalamet, Armie Hammer, Michael Stuhlbarg, Esther Garrel, dan aktor lainnya. Semuanya akan bergabung di film terbaru," ujar Guadagnino, dikutip dari Metro.

Call Me By Your Name mengikuti kisah remaja 17 tahun, Elio Perlman (diperankan Chalamet) yang menghabiskan musim panas pada 1983 di vila keluarganya di Italia, di mana ia bertemu dan jatuh cinta pada profesor arkeologi, Oliver (Hammer).

Call Me By Your Name berhasil meraih satu penghargaan dari tiga nominasi Oscar 2018. Film yang diadaptasi dari novel karya André Aciman dengan judul sama itu meraih piala untuk kategori Skenario Adaptasi Terbaik.

Italia, tempat Call Me By Your Name difilmkan, telah menjadi negara yang paling terpukul selama pandemi Covid-19, dengan jumlah kematian mencapai 13.915 dan kasus positif di seluruh negara itu mencapai 115 ribu.

Chalamet sendiri baru-baru ini terlihat menjangkau penggemar yang berbasis di Italia dan mengatakan dia telah 'patah hati' oleh dampak buruk karena pandemi global virus corona.


(agn/end)