Apple Siapkan Dana Rp815 M untuk Label Independen saat Corona

CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 18:15 WIB
Apple Music menyiapkan dana bantuan berupa uang muka royalti setara Rp815,1 miliar untuk membantu label musik independen di tengah krisis akibat virus corona. Ilustrasi. (AFP/Lionel Bonaventure)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apple Music menyiapkan dana bantuan berupa uang muka royalti sebesar US$50 juta atau setara Rp815,1 miliar untuk membantu label musik independen di tengah krisis akibat wabah virus corona.

Pihak Apple Music mengumumkan bantuan ini melalui sepucuk surat kepada label-label rekaman independen yang juga dilihat Rolling Stone.

Dalam surat itu, Apple Music menjelaskan bahwa bantuan tersebut bertujuan untuk memberikan kepastian para artis mendapatkan bayaran.


Mereka kemudian menjabarkan persyaratan untuk mendapatkan bantuan tersebut, salah satunya musisi harus meraup setidaknya US$10 ribu di kuartal pertama tahun ini.

Selain itu, label-label independen tersebut juga harus terikat kesepakatan distribusi langsung dengan pihak Apple Music.

"Ini merupakan waktu yang sulit bagi industri musik global. Kehidupan dalam bahaya dan sumber pendapatan industri ini hilang sekejap. Apple punya sejarah berpuluh tahun dengan musik dan kami bangga bekerja sama dengan label terbaik di dunia. Kami ingin membantu," demikian bunyi surat tersebut.

Bisnis musik memang sedang terpuruk akibat penyebaran virus corona. Akses ke rekaman studio dan toko musik tertutup, sementara sederet festival terpaksa batal demi mencegah penularan Covid-19.

[Gambas:Video CNN]

Langkah Apple Music ini menambah panjang daftar upaya perusahaan-perusahaan musik besar untuk membantu pelaku industri yang lebih kecil.

Recording Academy, misalnya, menggalang dana hingga US$2 juta dengan donasi dari Spotify, StubHub, Universal Music Group, hingga Warner Music Group.

Sementara itu, promotor raksasa Amerika Serikat, Live Nation, juga menghimpun dana US$10 juta untuk membantu para kru dan pekerja lepas konser yang kehilangan sumber pendapatan di tengah wabah virus corona. (has/has)