Indra mengatakan konser itu digelar online terkait situasi di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Selain itu, mereka juga akan bermain di tempat yang berbeda yakni Jakarta dan Bali.
"Acara ini kami taruh bertepatan dengan international jazz day yang bertepatan dengan hari Kamis, tanggal 30 April. Tapi, rencana ini akan rutin setiap Jumat mulai tanggal 8 Mei akan ada seterusnya tiap Jumat," ujar Indra dalam jumpa pers daring, Sabtu (25/4)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, menurutnya kolaborasi musik yang dilakukan secara berbarengan merupakan suatu tantangan khusus mengingat akan ada jeda waktu, ketika dua orang bermain musik secara bergantian bersama-sama.
"Yang belum terbiasa adalah bagaimana kita berkolaborasi secara langsung, karena itu akan ada namanya latency," imbuhnya.
Dewa Budjana. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Albumnya komposisi kumpulan terlama sampai terbaru, otomatis akan ada historical feeling di album itu," kata dia.
Senada, Dewa Budjana mengaku bersemangat bergabung dalam satu proyek musik jazz ini. Namun pemain gitar itu mengaku khawatir dengan latency yang hingga saat ini terus diupayakan dan diperbaiki.
"Mohon doanya karena proses latihannya ini lebih sulit daripada latihan ngeband," kata Budjana.
Lihat juga:Playlist Hit Barat Awal Milenium - Part 1 |
"Edit audio latency tiga minggu kita coba, kita coba gagal, ada sistemnya buffering, tidak cocok tipe lagu tertentu, jadi latency memang tidak bisa dihilangkan sama sekali," paparnya.
Harga tiket yang variatif bergantung kepada fasilitas yang diberikan, untuk range harga Rp1 juta hingga Rp2 juta akan diberikan merchandise dari Indra dan Budjana. Selain itu, sebagian penghasilan dari penjualan tiket akan didonasikan untuk orang-orang yang terdampak di tengah pandemi Covid-19 ini. (khr/kid)
Dewa Budjana. (CNN Indonesia/Andry Novelino)