Balada Drama Ramadan Masuk Pusaran Podcast

CNN Indonesia | Minggu, 10/05/2020 08:24 WIB
Ilustrasi podcast aplikasi spotify. CNN Indonesia/Bisma Septalisma Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mata gadis itu menerawang ke langit-langit. Terkadang ia tersenyum sendiri, tapi tiba-tiba keningnya mengernyit sedih.

Ekspresinya terus berubah, mengikuti jalan cerita drama audio yang kini bisa ia dengarkan kapan pun berkat kehadiran podcast.

"Seru juga, apalagi kalau buat nunggu buka puasa. Karena corona, jadi harus di rumah terus juga, kan. Lumayan terhibur ada drama Ramadan di podcast," ujar gadis bernama Ranny tersebut kepada CNNIndonesia.com.


Pada Ramadan kali ini, memang ada beberapa podcast atau siniar menawarkan drama audio, layaknya yang kerap disiarkan di radio beberapa tahun lalu. Sebut saja Mau Gak Mau, Kelas Puber, Ramadan Pak Budi, dan 2 Doa 1 Dunia.

Drama audio di jagad podcast Indonesia sebenarnya sudah ada sebelum Ramadan tahun ini, tapi masih sedikit. Beberapa di antaranya adalah drama Gadis Pramugari yang diproduksi Kaskus Podcast dan The Most Shocking Love Story gagasan Ruang Siar Juara.

Baru belakangan, kian ramai podcaster membuat drama audio dengan tujuan menyuguhkan sesuatu yang berbeda, menarik pendengar baru, atau mengisi momen Ramadan.

Produser Kaskus Podcast, Gonzaga Jalu Jagad, sendiri tak pernah menyangka drama audio akan ramai kembali kala menggarap 2 Doa 1 Dunia.

"Ternyata banyak juga pemainnya. Ada beberapa yang besar, seperti Rapot (Mau Gak Mau), Makna Taks (Kelas Puber) dan Box2Box sama Netflix Indonesia (Ramadan Pak Budi)," kata Gonzaga.

Aga, demikian Gonzaga akrab disapa, tidak melihat keramaian drama audio di medium podcast sebagai saingan, melainkan pertumbuhan yang sehat.

Menurutnya, saat ini podcaster sama-sama sedang membangun sistem dan berlomba membuat konten yang bagus.

Terlebih, cerita drama audio berbeda-beda. 2 Doa 1 Dunia sendiri mengisahkan dua insan yang mulanya saling membenci, Bulan (Rachel Amanda) dan Bumi (Calvin Jeremy). Kisah ini terinspirasi dari lagi bertajuk Bumi dan Bulan milik band HIVI.

[Gambas:Instagram]

Sementara itu, Mau Gak Mau merupakan drama yang terinspirasi dari pengalaman empat personel Rapot. Kelas Puber bercerita tentang kelas online, sementara Ramadan Pak Budi mengisahkan hubungan keluarga yang renggang karena satu dan lain hal.

Personel Rapot, Ankatama, memiliki pendapat serupa dengan Aga. Ia dan rekannya di Rapot justru merasa senang podcaster lain berkarya dengan cara yang positif untuk membangun ekosistem podcast di Indonesia.

"Kami rasa masing-masing podcast sudah ada penikmat loyalnya. Jadi, kami tidak khawatir sama sekali (soal persaingan dan pendengar)," kata Anka melalui surat elektronik beberapa waktu lalu.

Gandeng Penulis Kenamaan

Tak main-main, para podcaster menggandeng beberapa nama besar dalam penggarapan drama audio ini, mulai dari penata musik hingga penulis naskah kenamaan.

Kaskus Podcast menggandeng Gina S. Noer serta timnya di Wahana Kreator, sementara Rapot bekerja sama dengan Tumpal Tampubolon dan tim.

Sebelum merekam konten darma, Rapot melakukan workshop secara berkala dengan Tumpal dan tim penulis. Pada workshop pertama, Rapot sepakat untuk membuat drama dari pengalaman pribadi masing-masing.

"Pada akhirnya, kami menentukan ceritanya adalah non-fiksi yang dibalut bumbu fiksi. Tumpal bersama tim (Nara, Nindya, dan Tamara) mengembangkan cerita per episode yang premisnya sudah kami sepakati bersama," kata personel Rapot, Abigail.

[Gambas:Instagram]

Setali tiga uang, Kaskus Podcast juga mengadakan pertemuan dengan Gina untuk membahas cerita 2 Doa 1 Dunia yang bakal menjadi 24 episode. Mereka memilih Gina karena yakin bisa menghasilkan cerita bagus yang bisa menarik penggemar.

Gina sendiri bukan anak kemarin sore dalam dunia drama audio. Pada 2015, ia menggarap drama audio bertajuk Ramadan di Atas Awan yang disiarkan Gen FM. Pada 2019, ia menggarap Kecanduan Mantan yang disiarkan Gen FM dan layanan streaming Joox.

Menurut Gina, drama audio selalu menarik karena kreator bisa melakukan berbagai hal yang sukar dilakukan pada medium audio visual. Namun, drama harus didukung dengan dialog kuat, akting suara prima, dan efek yang meyakinkan sehingga bisa membangun theater of mind.

"Membuat tulisan yang bisa membangun theater of mind tidak sulit, justru memberikan kebebasan yang luar biasa. Kita bisa segila mungkin karena alat yang kita punya suara, jadi suara itu adalah batasan dan juga kelebihan," kata Gina.

Istri dari Salman Aristo ini berperan sebagai story developer dalam 2 Doa 1 Dunia. Ia bertugas mengembangkan cerita, menetapkan esensi, memetakan bagian kisah yang berpotensi, dan mengawal penulisan.

[Gambas:Instagram]

Untuk 2 Doa 1 Dunia, penulisan satu cerita melewati tahap yang cukup banyak. Tahap pertama pembuatan sinopsis, kemudian berlanjut ke skenario. Setelah itu, cerita akan dibaca berkali-kali dan berlanjut ke proses pengembangan skenario yang meliputi penulisan ulang dan edit berkali-kali.

"Itu kami lakukan sampai puas, baru kasih ke klien. Ibaratnya gini, biar jeleknya habis di tim kami. Itulah mengapa butuh kerja yang holistik dan tim solid," kata Gina.

Ia merespons positif melihat tidak semua podcaster bekerja sama dengan penulis kenamaan. Dengan begitu, drama audio yang ramai saat ini bisa melahirkan penulis-penulis baru.

Indonesia, kata Gina, adalah negara yang sangat membutuhkan penulis. Mayoritas penduduk Indonesia gila konten, apalagi di saat pandemi Covid-19 yang mengharuskan orang di rumah saja sehingga butuh hiburan.

"Kalau (hasilnya) masih kurang, enggak apa. Yang paling penting berprogres. Semua orang, termasuk saya, harus mau refleksi ke dalam apa yang bisa kita perbaiki untuk karya selanjutnya," kata Gina. (adp/has)