Teater Inggris di Ambang Kehancuran usai Dihantam Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2020 17:15 WIB
Ilustrasi gedung opera Ilustrasi. (Travel Coffee Book)
Jakarta, CNN Indonesia -- Teater di Inggris di ambang kehancuran jika tak ada bantuan dari pemerintah setelah melalui krisis akibat pandemi Covid-19 selama beberapa bulan belakangan.

Produser senior asal Inggris, Sonia Friedman, menyoroti ancaman ini dalam kolomnya di The Telegraph.

"Teater Inggris di ambang kehancuran total. Tanpa paket bantuan darurat pemerintah, 70 persen perusahaan seni pertunjukan kita akan gulung tikar sebelum akhir tahun ini," tulis Friedman seperti dikutip NME.


Ia kemudian menuliskan, "Lebih dari 1.000 teater di seluruh penjuru negara akan bangkrut atau tutup selamanya."

Menurut Friedman, bahaya yang mengintai keberadaan teater setelah pandemi ini sudah sangat laten dan kemungkinan tak bisa diperbaiki jika terlambat ditangani.

"Organisasi-organisasi seni dan budaya kita akan menguras semua yang mereka punya sampai tak ada lagi yang tersisa," tulis Friedman.

[Gambas:Video CNN]

Tulisan Friedman dirilis tak lama setelah pejabat pengelola teater di Inggris, Cameron Macintosh, mengatakan bahwa teater kemungkinan tak akan bisa beroperasi setidaknya hingga 2021 akibat kebijakan pembatasan sosial.

Menurut Macintosh, setelah aturan pembatasan sosial dicabut pun, aktor kemungkinan masih akan sulit berkumpul di satu ruangan yang sama. (has/has)