Mitos Paul McCartney Tewas Jadi Kenyataan dalam Komik Baru

CNN Indonesia | Senin, 18/05/2020 09:30 WIB
(FILES) In this file photo taken on July 26, 2017 Sir Paul McCartney performs in concert during his One on One tour at Hollywood Casino Amphitheatre in Tinley Park, Illinois.
Paul McCartney is back on the top of the charts, on September 16, 2018 earning his first solo number-one album in the United States in 36 years. / AFP PHOTO / Kamil Krzaczynski Sebuah komik baru akan menggambarkan kisah jika mitos Paul McCartney meninggal dunia menjadi kenyataan. (AFP Photo/Kamil Krzaczynski)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah komik baru akan menggambarkan kisah kehidupan jika mitos Paul McCartney meninggal dunia menjadi kenyataan.

Bertajuk Paul Is Dead: When The Beatles Lost McCartney, komik ini akan mendasarkan ceritanya pada teori konspirasi bahwa McCartney meninggal dalam kecelakaan mobil saat penggarapan album Sgt. Peppers and Lonely Hearts Club Band.

Posisi McCartney kemudian digantikan oleh seseorang yang mirip dengan sang basisst karena The Beatles ingin tetap melanjutkan perjalanan musik mereka tanpa mengakui kematian salah satu personel.


Meski tak pernah terkonfirmasi, orang-orang yang percaya dengan teori ini menyebarkan spekulasi soal lirik lagu-lagu The Beatles mengenai nasib McCartney.

"November 1966. London. John Lennon tak dapat berkata-kata. Dia tak bisa melepaskan pandangannya pada foto mobil yang terbakar dengan tubuh Paul McCartney di dalamnya," demikian kutipan sinopsis komik tersebut seperti dikutip Ultimate Classic Rock.

Sinopsis itu berlanjut, "Temannya tak lagi di sini, dan itu berarti The Beatles juga tak lagi ada. Namun, John ingin tahu kebenarannya, dan bersama George dan Ringo, dia akan mulai meneliti kembali detik-detik terakhir kehidupan Paul."

[Gambas:Video CNN]

Jalan cerita versi komik sendiri dipercayakan kepada Paolo Baron yang bekerja sama dengan seniman Ernesto Carbonetti. Setelah kerja keras mereka rampung, Paul Is Dead: When The Beatles Lost McCartney siap disebar ke pasaran pada 3 Juni mendatang.

"Pertama-tama, saya dan Ernesto adalah musisi. Kami merasakan ikatan khusus dengan para legenda musik ini. Saya punya band dan The Beatles adalah idola pertama saya. Mitos yang disebut PID itu sangat sulit saya percayai," ujar Baron kepada Forbes.

Ia kemudian berkata, "Saya selalu menertawakannya, tapi tetap penasaran selama bertahun-tahun. Jadi, sekarang ketika saya bekerja di medium luar biasa, yaitu komik, saya dapat berbagi semua riset saya, mulai dari koran, buku, dokumenter, hingga wawancara mengenai konspirasi Paul meninggal. Ini seperti melakukan investigasi kasus lama dan memberikan opini pribadi." (has/has)