Gitaris Queen Brian May Sempat Kena Serangan Jantung Kecil

CNN Indonesia | Senin, 25/05/2020 21:00 WIB
LAS VEGAS, NV - SEPTEMBER 01: Guitarist Brian May of Queen + Adam Lambert performs as the group kicks off its 10-date limited engagement, Gitaris Queen Brian May sempat mengalami serangan jantung. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gitaris Queen Brian May mengungkapkan bahwa dia sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami serangan jantung.

Lewat sebuah unggahan video di Instagram, Senin (25/5), May menuturkan kronologi masalah jantung serius itu dipicu oleh insiden berkebun yang terjadi pada awal bulan ini dan membuat dia mengalami cedera bokong.

"Saya melakukan MRI dan diketahui memiliki robekan pada gluteus maximus [otot di bagian bokong] saya," tutur musisi berusia 72 tahun itu, seperti dilansir CNN.com.


Seminggu kemudian, May mengatakan bahwa dia masih merasakan sakit. Ia pun kembali melakukan MRI tulang belakang dengan hasil bahwa saraf siatiknya (tulang belakang) terkompresi.

Namun, rasa sakit itu masih terus berlanjut hingga membuat dirinya menderita serangan jantung.

"Di tengah seluruh kisah punggung yang menyakitkan, saya mengalami serangan jantung kecil," katanya, seraya menambahkan bahwa ia mengalami rasa sakit dan sesak dada sekitar 40 menit.

Saat kejadian itu, May bercerita bahwa sang dokter langsung membawanya ke rumah sakit, di mana ia mengetahui memiliki tiga arteri yang tersumbat, dan dirawat oleh petugas medis sebagai "kasus darurat."

"Saya ternyata memiliki tiga arteri yang tersumbat dan dalam bahaya menghalangi pasokan darah ke hati saya," ungkap May.

[Gambas:Video CNN]
Kondisi itu lantas menggiringnya untuk langsung ditindak dan menjalani operasi pemasangan tiga stent, tabung kawat pendek untuk membantu arterinya tetap terbuka. Bersyukur, operasi itu berhasil.

May mengaku begitu keluar dari rumah sakit langsung merasa sangat sehat.

"Ketika saya sadar, seolah-olah tidak ada yang terjadi, saya tidak bisa merasakan apa yang terpasang di jantung saya, saya tidak merasakan apa-apa," katanya lebih lanjut.

Bulan lalu, May bersama drummer Queen Roger Taylo dan penyanyi Adam Lambert merilis proyek berupa versi baru dari lagu ikonis We Are the Champions yang diubah menjadi "You Are The Champions" - untuk mendukung pekerja kesehatan di garis depan memerangi virus corona.

Semua hasil yang didapat dari lagu tersebut akan didonasikan ke Covid-19 Solidarity Response Fund untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Queen dan Lambert, yang sekarang bernyanyi sebagai pengganti vokalis mendiang Freddie Mercury, sempat dijadwalkan menjalani tur konser Eropa "Rhapsody" sebelum pandemi. Namun tur tersebut kemudian diputuskan untuk ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. (agn/wis)

[Gambas:Video CNN]