Terima Kasih ala Brian May Usai Pulih dari Serangan Jantung

CNN Indonesia | Rabu, 27/05/2020 18:46 WIB
Mid section view of man having chest pain - heart attack - holding his heart in pain. Horizontal composition. Image taken with Nikon D800 and developed from Raw format. Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/CiydemImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gitaris Queen, Brian May, mengucapkan terima kasih pada penggemar yang memberikan ucapan dan dukungan padanya setelah selamat dari serangan jantung. Hal itu ia ungkapkan lewat video yang diunggah ke instagram.

Dalam video hampir berdurasi dua menit itu ia mengaku tersanjung dan dukungan dari penggemarnya. Ia tidak menyangka banyak penggemar yang menyayanginya.

"Seperti yang kalian lihat saya baik-baik saja. Email saya penuh dengan pesan yang luar biasa. Saya tidak bisa mengucapkan terima kasih satu per satu, jadi izinkan saya mengucapkan terima kasih di sini," kata May.


Lebih lanjut, ia mengisahkan pengalaman sempat mengalami serangan jantung yang aneh. Kala itu ia merasa seperti meninggal, namun bisa menghadiri pemakaman dan melihat semua orang yang datang memberikan penghormatan.

[Gambas:Instagram]

Musisi berusia 72 tahun ini mengaku sering membayangkan pemakaman. Menurutnya orang-orang yang datang akan mengucapkan hal-hal luar biasa tentang seseorang yang meninggal dan seseorang tersebut tak bisa mendengar.

"Saya beruntung, saya mendengar itu jadi hidup saya lengkap. Ya, maaf bila ini terdengar aneh, tapi saya tidak bisa membandingkan ini dengan hal lain," kata May.

Pada Senin (25/5) kemarin, May menuturkan kronologi masalah jantung serius itu dipicu oleh insiden berkebun yang terjadi pada awal bulan ini dan membuat dia mengalami cedera bokong. Hal itu ia sampaikan melalui unggahan video di instagram.

Saya melakukan MRI dan diketahui memiliki robekan pada gluteus maximus [otot di bagian bokong] saya," tutur musisi berusia 72 tahun itu, seperti dilansir CNN.com.


Seminggu kemudian, May mengatakan bahwa dia masih merasakan sakit. Ia pun kembali melakukan MRI tulang belakang dengan hasil bahwa saraf siatiknya (tulang belakang) terkompresi.

Namun, rasa sakit itu masih terus berlanjut hingga membuat dirinya menderita serangan jantung.

"Di tengah seluruh kisah punggung yang menyakitkan, saya mengalami serangan jantung kecil," katanya, seraya menambahkan bahwa ia mengalami rasa sakit dan sesak dada sekitar 40 menit.

Saat kejadian itu, May bercerita bahwa sang dokter langsung membawanya ke rumah sakit, di mana ia mengetahui memiliki tiga arteri yang tersumbat, dan dirawat oleh petugas medis sebagai "kasus darurat."

"Saya ternyata memiliki tiga arteri yang tersumbat dan dalam bahaya menghalangi pasokan darah ke hati saya," ungkap May.

Kondisi itu lantas menggiringnya untuk langsung ditindak dan menjalani operasi pemasangan tiga stent, tabung kawat pendek untuk membantu arterinya tetap terbuka. Bersyukur, operasi itu berhasil dan May mengaku langsung merasa sangat sehat. (adp/asa)

[Gambas:Video CNN]