Kisruh George Floyd, Spike Lee Rilis Film Kebrutalan Polisi

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 12:00 WIB
SANTA MONICA, CA - JANUARY 13: Spike Lee attends the 24th annual Critics' Choice Awards at Barker Hangar on January 13, 2019 in Santa Monica, California.   Emma McIntyre/Getty Images for The Critics' Choice Awards/AFP Sutradara kenamaan AS, Spike Lee, merilis film pendek mengenai kebrutalan polisi terhadap warga kulit hitam di tengah kisruh kematian George Floyd. (Emma McIntyre/Getty Images for The Critics' Choice Awards/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sutradara kenamaan Amerika Serikat, Spike Lee, merilis film pendek mengenai kebrutalan polisi terhadap warga kulit hitam di tengah kisruh kematian George Floyd.

Lee mengunggah film yang diberi tajuk 3 Brothers-Radio Raheem, Eric Garner, and George Floyd itu melalui akun Twitter pribadinya.

Berdurasi 1,5 menit, film itu dibuka dengan tulisan berwarna merah berbunyi, "Apakah sejarah akan berhenti terulang?"


Film kemudian berlanjut dengan penggabungan potongan video kasus kematian Eric Garner pada 2014, detik-detik sebelum Floyd mengembuskan napas terakhir pekan lalu, dan cuplikan folm karya Lee sendiri, Do The Right Thing (1989).



Dalam cuplikan film tersebut, salah satu karakter berkulit hitam, Radio Raheem, meninggal saat ditahan oleh petugas kepolisian kulit putih.

"Mengapa orang tak juga mengerti alasan orang beraksi seperti sekarang ini? Ini bukan hal baru. Kita melihat kerusuhan pada 1960-an, pembunuhan Dr. King. Setiap ada yang salah dan kami tidak mendapatkan keadilan, rakyat bereaksi karena mereka merasa harus didengar," ujar Lee saat berbincang dengan CNN mengenai film pendek itu.

Ia kemudian berkata, "Kita terus melihat kejadian itu lagi, dan lagi, dan lagi. Masalahnya adalah, pembunuhan orang kulit hitam. Itulah dasar pembangunan negara ini."

Kematian warga kulit hitam di tangan aparat kepolisian AS memang bukan hal baru. Insiden yang menimpa Floyd saja merupakan kasus keempat pada tahun ini.

Kasus ini lantas memicu demonstrasi besar-besaran di AS. Sejumlah pesohor juga menyatakan dukungan mereka terhadap aksi damai tersebut, termasuk Beyonce.

"Kita butuh keadilan untuk George Floyd. Kita semua menyaksikan pembunuhannya di siang hari bolong. Kita patah hati dan muak. Kita tidak bisa menormalkan rasa sakit ini," ujar Beyonce seperti dikutip NME.

Suami Beyonce, Jay-Z, juga buka suara dengan berkata, "Ya, saya manusia, seorang ayah dan pria kulit hitam yang kesakitan, dan saya bukan satu-satunya." (has/has)