Nickledeon Setop Siaran, Simbol Dukungan untuk George Floyd

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 13:27 WIB
NEW YORK, NY - OCTOBER 09: Atmosphere at the Nickelodeon At New York Comic Con 2014 at Jacob Javitz Center on October 9, 2014 in New York City.   Eugene Gologursky/Getty Images for Nickelodeon/AFP Ilustrasi Nickelodeon. (AFP/Eugene Gologursky)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa jaringan televisi Amerika Serikat, termasuk Nickelodeon, menghentikan siaran selama hampir sembilan menit sebagai simbol penghormatan terhadap George Floyd, warga kulit hitam yang tewas di tangan polisi.

Selama penghentian siaran pada Selasa (2/6) tersebut, Nickelodeon hanya menayangkan layar hitam bertuliskan "I can't breathe" layaknya yang diucapkan Floyd saat petugas "mengunci" lehernya.

Video ini juga menampilkan cara bagi pemirsa untuk mengirimkan pesan ke Color of Change, sebuah organisasi penggagas aksi daring dan acara tatap muka bagi orang-orang yang menghadapi ketidakadilan rasialisme.


"Nickelodeon berhenti mengudara selama 8 menit dan 46 detik untuk mendukung keadilan, kesetaraan dan hak asasi manusia," tulis jaringan tersebut lewat akun Instagram.

"Kita semua adalah bagian dari perubahan #BlackLivesMatter."



Saluran TV yang menayangkan program untuk keluarga, seperti The Loud House dan Spongebob Squarepants, itu juga membagikan Declaration of Kids' Rights lewat media sosial.

"Kalian memiliki hak untuk dilihat, didengar, dan dihormati sebagai warga dunia. Kalian punya hak untuk dunia yang damai. Kalian punya hak untuk diperlakukan dengan setara, terlepas dari warna kulitmu. Kalian memiliki hak untuk dilindungi dari bahaya, ketidakadilan dan kebencian," demikian kutipan deklarasi itu.

Deklarasi itu berlanjut, "Kalian memiliki hak atas pendidikan yang mempersiapkan kalian untuk menjalankan dunia. Kalian memiliki hak untuk pendapat dan perasaan kalian, bahkan meski orang lain tidak setuju dengannya."

Penghentian siaran ini muncul ketika protes terus berlanjut di seluruh dunia setelah Floyd meninggal di Minnesota karena seorang polisi kulit putih mengunci lehernya dengan lutut selama hampir sembilan menit.

Polisi bernama Derek Chauvin, yang telah diidentifikasi sebagai pelaku pembunuhan Floyd, ditangkap dan didakwa dengan pembunuhan tingkat tiga pada akhir pekan lalu.

Dia dan empat rekannya dari kepolisian juga dipecat pada minggu lalu karena keterlibatan mereka dalam penahanan Floyd. (agn/has)