Meghan Markle Buka Suara Soal Kematian George Floyd

CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 20:19 WIB
Britain's Meghan, Duchess of Sussex speaks during a school assembly as part of a visit to Robert Clack School in Essex, on March 6, 2020, in support of International Womenís Day. (Photo by BEN STANSALL / POOL / AFP) / == STRICTLY EMBARGOED == NO USE AND NO PUBICATION ON ANY PLATFORM UNTIL 22:30 GMT MARCH 7, 2020 == Terkait kasus George Floyd, Meghan Markle menyadari satu-satunya yang salah adalah ketika tidak bersuara sama sekali. (BEN STANSALL / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meghan Markle turut buka suara untuk pertama kalinya mengenai kematian George Floyd. Ia mengatakan pada awalnya tak yakin tentang hal yang harus diungkapkan mengenai insiden yang terjadi pada 25 Mei itu.

"Saya akhirnya menyadari satu-satunya hal yang salah adalah jika tidak bersuara sama sekali," kata Meghan Markle.

"Hidup George Floyd penting. Hidup Breonna Taylor penting. Hidup Philando Castile penting. Hidup Tamir Rice penting. Begitu pula dengan kehidupan banyak orang lainnya yang kita tahu dan tidak tahu," tuturnya.


Hal tersebut disampaikan Meghan Markle dalam pidato acara kelulusan Immaculate Heart High School, sekolahnya dulu. Dalam kesempatan itu, ia juga meminta maaf kepada para murid-murid karena tumbuh di tengah situasi dunia saat ini.

George Floyd memperpanjang daftar korban kekerasan akibat rasialisme di Amerika Serikat. Laki-laki 46 tahun tersebut meninggal dunia akibat petugas polisi menginjak lehernya dengan lutut.

Kontak fisik itu terjadi karena George Floyd diduga memakai uang palsu saat berbelanja. Kala itu, polisi lainnya diberitakan hanya menyaksikan bahkan turut menekan leher Floyd yang membuatnya tak bisa bernapas hingga meninggal dunia.

Oleh sebab itu, Meghan Markle menyampaikan pesan yang ia dapat dari salah seorang gurunya dulu, yakni selalu mengingat bahkan mengutamakan kebutuhan orang lain terlebih dahulu daripada rasa takut.

"Itu yang melekat dalam hidup saya. Saya jadi sering memikirkan itu kembali dalam beberapa minggu terakhir ini," ucap Markle, dikutip dari ET.

Ia juga menyinggung kerusuhan Los Angeles pada 1992 ketika dirinya masih berusia 10 tahun. Saat itu, ia melihat jelas serpihan abu jatuh dari langit serta bau asap yang sangat kuat. Hal itu membuatnya berlari bergegas untuk pulang ke rumah.

"Aku ingat melihat orang-orang di belakang van memegang senjata dan senapan. Aku juga melihat pohon besar yang telah ada di sana sejak lama, benar-benar hangus. Kenangan itu tidak akan pernah hilang," kata istri Harry tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Meghan Markle juga mengungkapkan kebanggaannya menjadi keturunan campuran. Ibunya merupakan keturunan Afrika-Amerika. Sementara itu, ayahnya merupakan keturunan Belanda-Irlandia. Menurutnya, campuran tersebut membuatnya memiliki empati lebih.

"Kamu memiliki empati bagi mereka yang tak bisa melihat dunia sama seperti yang kita lihat. Saya ingat sekolah ini mengajarkan tentang keberagaman serta pemikiran yang luas. Kalian sudah dipersiapkan. Dunia membutuhkan kalian," ucapnya.

Oleh sebab itu, Meghan Markle berpesan alumni sekolahnya bisa menjadi contoh yang baik dalam komunitas kecil dan dunia.

Mereka diharapkan untuk mengutamakan belas kasih dan menggunakan suara dengan benar terutama jelang pemilihan umum di AS. Tahun ini, AS akan menggelar Pemilihan Presiden ke-59 pada 3 November. (chri/end)

[Gambas:Video CNN]