Komentari Artikel, JK Rowling Malah Tuai Kecaman

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 07/06/2020 12:10 WIB
Harry Potter author J.K Rowling attends the world premiere of Harry Potter and the Deathly Hallows - Part 2 in central London on July 7, 2011.  Thousands of Harry Potter fanatics screamed for the stars of the epic movie series as they hit the London red carpet for the final film's world premiere.
AFP PHOTO / CARL COURT / AFP PHOTO / CARL COURT Kicauan JK Rowling menimbulkan kehebohan di dunia maya. (AFP PHOTO / CARL COURT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kicauan JK Rowling menimbulkan kehebohan di dunia maya. Ia dituding tak berpihak kepada kelompok masyarakat transgender akibat mengomentari sebuah artikel.

Pada Sabtu (6/6), Rowling mengomentari sebuah artikel yang membahas kerentanan para perempuan dan kelompok non-biner atau genderqueer yang mengalami menstruasi terhadap situasi pasca pandemi.

Atas penamaan "orang yang menstruasi" tersebut, JK Rowling memberikan komentar, "'Orang yang menstruasi. Saya yakin ada penggunaan kata untuk orang-orang itu. Seseorang bantu saya. Wumben? Wimpund? Woomud?"




Rupanya, kicauan tersebut menimbulkan kecaman dari netizen. JK Rowling disebut anti-trans dan transfobia terhadap kelompok masyarakat transgender, non-biner atau genderqueer yang juga mengalami menstruasi.

Gender non-biner atau genderqueer merupakan istilah gender yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok orang dengan identitas gender bukan spesifik pria maupun wanita, terlepas dari penampilan fisik atau pun jenis kelamin lahiriah atau biologis.

Rowling kemudian menanggapi kecaman yang datang kepadanya tersebut. "Bila seks [jenis kelamin] itu tidak nyata, tak ada namanya ketertarikan sesama jenis. Bila seks [jenis kelamin] itu tidak nyata, kehidupan nyata para perempuan secara global terhapus,"

"Saya tahu dan mencintai masyarakat trans, namun menghapus konsep jenis kelamin menghilangkan kemampuan banyak [orang] untuk mendiskusikan kehidupan mereka secara bermakna. Ini bukan kebencian bila mengatakan yang sebenarnya," kata Rowling.

"Ide bahwa perempuan seperti saya, yang telah berempati kepada masyarakat trans selama berdekade, merasakan kekerabatan karena mereka rentan dengan cara yang sama seperti wanita -contohnya kekerasan dari lelaki- 'membenci' masyarakat trans karena mereka pikir seks [jenis kelamin] itu nyata dan berdampak - adalah omong kosong," lanjutnya.





Lembaga advokasi masyarakat LGBT, GLAAD juga ikut merespons kicauan JK Rowling tersebut. Mereka menyebut penulis Inggris itu telah menyatakan diri bergabung dengan sebuah ideologi "dengan sengaja mengubah fakta tentang identitas gender dan orang-orang yang trans. Pada 2020, tidak ada alasan untuk menargetkan orang trans."



Bukan kali ini saja pendapat JK Rowling menuai kecaman dari pendukung LGBT. Pada Desember lalu, ia juga menerima banyak cercaan setelah mendukung seorang periset yang kehilangan pekerjaannya setelah menyebut seseorang tak bisa mengubah jenis kelamin biologisnya.

"JK Rowling, yang buku-bukunya memberi anak-anak harapan bahwa mereka dapat bekerja sama untuk menciptakan dunia yang lebih baik, kini telah menyejajarkan dirinya dengan ideologi anti-sains yang menyangkal kemanusiaan dasar orang-orang yang transgender," kata kepala talenta GLAAD, Anthony Ramos.

"Pria trans, wanita trans dan orang-orang non-biner bukanlah ancaman, dan untuk menyiratkan sebaliknya menempatkan orang-orang trans berisiko. Sekarang adalah waktu bagi pendukung yang tahu dan mendukung orang-orang trans untuk berbicara dan mendukung hak fundamental mereka untuk diperlakukan sama dan adil." lanjutnya, dikutip dari Variety.

(end)

[Gambas:Video CNN]