Kanye West Siap Tanggung Biaya Kuliah Anak George Floyd

CNN Indonesia | Jumat, 05/06/2020 13:22 WIB
NEW YORK, NEW YORK - DECEMBER 02: Kanye West attends the the Versace fall 2019 fashion show at the American Stock Exchange Building in lower Manhattan on December 02, 2018 in New York City.   Roy Rochlin/Getty Images/AFP Rapper Kanye West dilaporkan menyiapkan biaya kuliah untuk Gianna, putri George Floyd, warga kulit hitam yang tewas di tangan polisi Amerika Serikat. (Roy Rochlin/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapper Kanye West dilaporkan menyiapkan biaya kuliah untuk Gianna, putri George Floyd, warga kulit hitam yang tewas di tangan polisi Amerika Serikat.

Kabar ini pertama kali tersebar melalui pemberitaan TMZ yang kemudian dikutip AceShowbiz pada Jumat (5/6). Berdasarkan laporan tersebut, West disebut siap membiayai keseluruhan biaya pendidikan Gianna yang kini masih berusia 6 tahun.

Selain itu, West juga menyumbangkan total US$2 juta atau setara Rp28,2 miliar untuk keluarga Floyd, serta dua warga Afrika-Amerika lainnya yang tewas di tangan aparat pada tahun ini, Breonna Taylor dan Ahmaud Arbery.


Suami Kim Kardashian ini memberikan donasi untuk membantu biaya hukum saat keluarga para korban kekerasan itu memperjuangkan keadilan bagi orang yang mereka cintai.

Taylor yang berprofesi sebagai pekerja medis darurat, ditembak di rumahnya sendiri pada Maret lalu setelah polisi di Louisville, Kentucky, menyerbu kediamannya tanpa peringatan.

Sementara itu, Arbery ditembak mati oleh warga kulit putih bersenjata kala sedang berlari di Georgia pada Februari lalu.

Menurut TMZ, sebelumnya West juga menjanjikan dukungan keuangan bagi sejumlah pemilik bisnis berkulit hitam di AS, terutama di daerah asalnya di Chicago, Illinois.

Saat ini, sebagian besar pemilik usaha memang sedang berjuang bertahan hidup di tengah penutupan wilayah karena pandemi Covid-19 dan kerusuhan yang dipicu insiden pembunuhan Floyd.

[Gambas:Video CNN]

Floyd merupakan warga Afrika-Amerika yang tewas karena kesulitan bernapas akibat 'dikunci' dengan lutut oleh polisi di Minneapolis, Minnesota.

Ia ditangkap setelah kepolisian menerima laporan dari sebuah supermarket yang mengklaim bahwa Floyd menggunakan uang palsu saat membeli barang.

Video penangkapan yang berujung kematian Floyd ini viral di sosial media. Aksi protes pun merebak di Minneapolis sehari setelah Floyd tewas, diikuti kota-kota AS lainnya, bahkan beberapa negara lain. (agn/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK