Review Serial: The Umbrella Academy 2

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 19:15 WIB
The Umbrella Academy 2 membuktikan sekuel bisa lebih baik dari pendahulunya. Jalan cerita dan penggambaran karakter berkembang lebih baik dari musim pertama. The Umbrella Academy 2 membuktikan sekuel bisa lebih baik dari pendahulunya. (Dok. Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --

The Umbrella Academy 2 membuktikan bahwa sekuel bisa lebih baik dari pendahulunya. Jalan cerita serta penggambaran karakter dalam sekuel ini berkembang lebih baik dan menarik daripada musim pertama.

Sebagai penggemar, saya senang karena musim kedua benar-benar dimulai dari bagian yang mereka tinggalkan di akhir musim pertama. Pembuka tersebut secara tidak langsung mengingatkan kembali hal-hal yang terjadi di musim sebelumnya.

The Umbrella Academy 2 dimulai dengan kekacauan yang terjadi karena Hargreeves bersaudara menembus ruang dan waktu, lewat kekuatan super Five, demi mencegah kiamat pada 2019. Tanpa mereka ketahui, langkah itu membuat mereka kembali terpisah.


Kali ini, masing-masing mereka masuk di era 60-an, seperti Klaus dan Ben yang tiba di 1960, Allison di 1961, Luther pada 1962, sementara Diego, Five, dan Vanya saat 1963.

Kejadian itu membuat mereka menjalani hidup layaknya orang normal. Namun, sebagian besar dari mereka tak menyadari bahwa kiamat masih mengikuti dan menghantui.

Secara garis besar, The Umbrella Academy 2 masih memiliki pola yang sama dengan musim pertama, seperti Hargreeves bersaudara terpencar, mencoba menghentikan kiamat, serta dikejar agen The Commission.

Musim pertama The Umbrella Academy menjadi sarana untuk pengenalan tokoh serta kekuatan mereka. Musim kedua kemudian digunakan untuk mengeksplorasi lebih karakter, emosi, serta perasaan dari masing-masing tokoh. Kekuatan super yang dimiliki Hargreeves bersaudara malah jarang ditampilkan.  

Five bisa dibilang menjadi satu-satunya yang paling aktif menggunakan kemampuannya, terutama untuk menyatukan seluruh keluarganya dan mencegah kiamat.  

Sementara itu, yang lain sibuk menjalani kehidupan seperti orang normal. Lewat musim kedua, kreator juga seakan memberi tahu masyarakat bahwa menjadi pahlawan tak selalu memerlukan kekuatan super.

Hal itu digambarkan melalui Allison yang sama sekali tidak menggunakan kekuatannya sejak tiba di 1961. Dalam memperjuangkan kebebasan dan hak orang kulit hitam, ia memilih untuk mempersiapkan aksi bersama warga sekitar dibandingkan menggunakan kemampuannya untuk mengontrol pikiran dan tingkah orang lain.

[Gambas:Video CNN]

Tak hanya itu, musim kedua juga menyoroti penembakan yang menewaskan Presiden John F. Kennedy ketika berkunjung ke Dallas pada 1963.

Meski berlatar belakang 1963, The Umbrella Academy 2 malah terasa lebih dekat dengan masyarakat karena mengangkat kisah-kisah yang masih terjadi hingga saat ini, mulai dari perjuangan bebas dari rasisme seperti Black Lives Matter hingga konflik dan banyak pertimbangan yang dirasakan kelompok LGBTQ.

Fenomena tersebut mendorong saya mempelajari lebih lanjut berbagai hal yang sesungguhnya terjadi kala itu. Percayalah, itu tidak akan mengecewakan.

Salah satunya adalah ketika mengetahui adegan Allison yang tidak pernah mendapatkan kopi di sebuah restoran karena ia merupakan kulit hitam, ternyata benar-benar terjadi di dunia nyata.

THE UMBRELLA ACADEMY EMMY RAVER-LAMPMAN as ALLISON HARGREEVES in episode 203 of THE UMBRELLA ACADEMY Cr. CHRISTOS KALOHORIDIS/NETFLIX  2020Adegan saat Allison tidak pernah mendapatkan kopi yang ia pesan di sebuah restoran. (Dok. Netflix)

Pada 1960-an, memang ada seorang mahasiswi di Alabama, Dorothy Bell, duduk menantikan makanannya yang tak pernah datang di sebuah restoran. Ia bersama 20 orang lainnya kemudian malah ditangkap karena masuk ke restoran kulit putih.

Steve Blackman dan kreator bisa dibilang benar-benar melakukan riset dengan sangat matang. Adegan dalam serial terlihat sama seperti dengan kejadian di dunia nyata yang diabadikan dalam sebuah foto.

Begitu pula dengan orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan John F. Kennedy yang ternyata berada di sekitar Hargreeves bersaudara.

Sejatinya, permasalahan-permasalahan yang dihadapi ketujuh anak Hargreeves ini sudah dibeberkan dan bisa dilihat dari poster pertama seluruh anggota Hargreeves bersaudara.

Di tengah berbagai masalah serius, mereka tak lupa menyisipkan banyak humor dalam serial ini. Ada guyonan renyah dari percakapan Luther dan Diego, karakter-karakter baru yang hadir sebentar namun mengesankan, serta kelakuan Klaus bersama Ben yang selalu mengundang gelak tawa.

Belum lagi tarian seperti yang dilakukan di musim pertama juga tetap bisa ditemukan di musim kedua.

Salah satu nilai tambah The Umbrella Academy 2 adalah penampilan baru Allison, serta kostum The Handler yang bagus dan sangat sesuai dengan latar belakang waktu musim ini.

[Gambas:Instagram]

The Umbrella Academy 2 secara garis besar jauh lebih mendetail, menarik, dan menghibur dibandingkan yang pertama. Musim ini lebih menonjolkan sisi kekeluargaan Hargreeves bersaudara. Mereka juga lebih mengenali diri sendiri dan kekuatan yang dimiliki.

Namun, tak bisa dipungkiri, beberapa adegan menghasilkan banyak pertanyaan muncul di pikiran. Pertanyaan itu kemudian memunculkan harapan supaya bisa terjawab dalam musim ketiga yang bahkan belum dikonfirmasi tim produksi.

The Umbrella Academy 2 tayang 31 Juli dan bisa disaksikan di Netflix.

(has)