Kanye West Dituding Menghina Islam karena Nama Yeezy Terbaru

CNN Indonesia | Senin, 24/08/2020 08:00 WIB
Rapper asal Amerika Serikat, Kanye West, dituding menghina Islam karena nama lini sepatu Yeezy terbaru yang ia rilis atas kerja sama dengan Adidas. Rapper asal Amerika Serikat, Kanye West, dituding menghina Islam karena nama lini sepatu Yeezy terbaru yang ia rilis atas kerja sama dengan Adidas. (AP/Michael Wyke)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rapper asal Amerika Serikat, Kanye West, dituding menghina Islam karena nama lini sepatu Yeezy terbaru yang ia rilis akhir pekan lalu atas kerja sama dengan Adidas.

Gelombang protes ini muncul tak lama setelah Adidas mengumumkan nama lini Yeezy terbaru, yaitu Israfil dan Asriel.

Dalam agama Islam, Israfil merupakan malaikat yang akan meniup sangkakala di hari kiamat. Sementara itu, Asriel merupakan nama salah satu malaikat pencabut nyawa.


"Adidas menghina Islam. Israfil adalah salah satu dari empat malaikat dalam Islam. Memalukan @adidasoriginals dan @kanyewest," tulis salah satu warganet yang dikutip NME.

Tak lama setelah itu, satu warganet lain mengancam bakal berhenti membeli produk-produk Adidas jika nama lini sepatu terbaru West itu tak diubah.

"Kepada @adidas, saya akan berhenti membeli dan menggunakan produk kalian jika sepatu terbaru Kanye West itu tidak diubah karena itu sangat tidak menghormati Islam. #ShameOnKanyeWest #ShameOnYeezy," katanya.

Setelah gelombang protes di jagat maya, warganet kemudian menggalang petisi agar Adidas mengganti nama lini sepatu terbaru Yeezy tersebut melalui situs change.org.

"Komunitas Muslim Global memperhatikan bahwa Adidas mengizinkan produksi sepatu yang dinamai salah satu malaikat dalam Islam," demikian penjelasan di awal petisi tersebut.

Keterangan tersebut berlanjut, "Hingga pemberitahuan lebih lanjut, kami meminta semua Muslim memboikot produk Adidas, menyita semua pembelian produk Adidas oleh toko ritel Muslim sampai Adidas menghentikan produksi komoditas ini."

Kisruh ini mencuat saat West sedang berupaya ikut serta dalam pemilihan umum presiden Amerika Serikat pada November mendatang.

Pencalonan diri ini memicu serentetan kontroversi. Tak hanya terlambat mendaftarkan diri di beberapa negara bagian, West juga dilaporkan memalsukan tanda tangan yang diperlukan untuk memasukkan namanya ke dalam surat suara di beberapa daerah.

Sejak awal, pencalonan diri West memang dianggap tak serius. Sejumlah pihak menduga Partai Republik merupakan dalang di balik pencalonan diri West dengan tujuan akhir memecah suara untuk Partai Demokrat sehingga dapat menguntungkan Donald Trump.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK