Kanye West Pamer Desain Pernak-pernik Kampanye

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 07:15 WIB
Kanye West memantapkan langkahnya untuk ikut serta dalam pemilihan umum dan kini mulai memamerkan desain pernak-pernik kampanye berupa kaus dan topi. Kanye West memantapkan langkahnya untuk ikut serta dalam pemilihan umum dan kini mulai memamerkan desain pernak-pernik kampanye berupa kaus dan topi. (AFP Photo/Jewel Samad)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah keraguan banyak pihak akan kemampuannya, Kanye West memantapkan langkahnya untuk ikut serta dalam pemilihan umum dan kini mulai memamerkan desain pernak-pernik kampanye.

Melalui Twitter pada Rabu (12/8), West mengunggah tiga gambar pernak-pernik berupa kaus dan topi bertuliskan slogan kampanyenya, yaitu Kanye 2020 Vision.

Dua foto pertama memperlihatkan gambar kaus berwarna putih dengan tulisan Kanye 2020 dengan huruf hitam dan di bawahnya tertera 2020 berwarna merah. Foto kedua menunjukkan bagian belakang kaus dengan desain sama seperti tampak depan.


Pada foto ketiga, terlihat topi ungu dengan warna cokelat di bagian visor. Di bagian depan topi juga ada bordir slogan kampanye West dengan desain serupa di kaus.

Tak lama setelah West mengunggah foto itu, kolom komentar Twitter sang rapper dibanjiri komentar. Sebagian memberikan dukungan, sementara yang lainnya menyebut bahwa West tidak akan menang.

Kans West untuk menang memang sangat kecil mengingat namanya baru terdaftar di tiga negara bagian, yaitu Colorado, Oklahoma, dan Vermont.

Ia masih menunggu keabsahan pendaftarannya di lima negara bagian, yaitu Arkansas, Missouri, Ohio, West Virgina, dan Wisconsin.

Namanya bahkan terancam tidak masuk dalam surat suara daerah tempatnya tumbuh, Illinois, karena dugaan pemalsuan tanda tangan syarat pendaftaran.

Sementara itu, West dipastikan tidak bisa mendapatkan suara dari 23 negara bagian lainnya karena tenggat waktunya sudah terlewat.

Sejak awal, West memang sudah diprediksi tidak akan menang dalam pemilu AS. Namun, sejumlah pengamat menganggap kehadiran West dapat menguntungkan Donald Trump.

West dianggap dapat memecah suara untuk Partai Demokrat hingga akhirnya Trump bisa mengumpulkan jumlah elektorat yang cukup dan keluar sebagai pemenang pemilu.

(has/has)