Festival SXSW 2021 Digelar Secara Virtual

CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 20:27 WIB
Festival South by Southwest (SXSW) 2021 akan digelar secara virtual pada 16-20 Maret 2021 selama pandemi. Festival SXSW akan digelar secara virtual selama pandemi. (Robert MacPherson / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Festival South by Southwest (SXSW) 2021 akan digelar secara virtual pada 16-20 Maret 2021. Keputusan tersebut diambil penyelenggara menyusul pembatalan SXSW 2020 karena pandemi virus corona.

Melalui akun instagram resmi SXSW, penyelenggara menjelaskan akan menyajikan acara seperti biasa. Di antaranya adalah konferensi, pemutaran film, penampilan musisi, dan membuka jaringan dalam bidang musik.

"Kami tengah bekerja sama dengan Kota Austin dan pihak berwenang di bidang kesehatan mengenai rencana menggelar acara secara langsung dan akan memberikan informasi baru," tulis akun @SXSW.


SXSW sendiri merupakan salah satu festival musik tertua dan terbesar di dunia. Festival ini dimulai sejak tahun 1987 dan selalu digelar di kota Austin, Texas, Amerika Serikat.

Seiring berjalannya waktu, SXSW terus berkembang. Acara tahunan ini bukan hanya festival musik, melainkan festival film, media interaktif, konferensi, teknologi dan lain-lain.

SXSW 2020 terpaksa tidak digelar karena kekhawatiran tentang virus corona (COVID-19). Penyelenggara mengaku mengalami kerugian karena festival ini tidak memiliki asuransi untuk menanggung kerugian atas pembatalan penyelenggaraan.

"Kami memiliki banyak asuransi (terorisme, cedera, perusakan properti, cuaca). Namun, infeksi bakteri, penyakit menular, virus dan pandemi tidak tercakup," kata Roland Swenson, selaku pendiri dan direktur SXSW pada Maret lalu.

[Gambas:Instagram]

Untuk itu, pembatalan SXSW membuat penyelenggara tak dapat memberikan opsi pengembalian dana kepada para pembeli tiket. Sebelumnya, beberapa calon pengunjung festival SXSW mengeluhkan di Twitter soal aturan tersebut.

Alih-alih menerima pengembalian uang, mereka ditawarkan untuk datang ke acara SXSW berikutnya serta bantuan untuk mengatur ulang jadwal penginapan hotel. Namun tetap ada pembeli tiket yang mengeluh.

(adp/bac)

[Gambas:Video CNN]