Ikut Komentari Pilpres AS, Harry-Meghan Dicap Memalukan

CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 20:11 WIB
Harry dan Meghan Markle dicap melakukan tindak memalukan setelah memberi komentar tentang pemilihan presiden Amerika Serikat. Harry dan Meghan Markle dicap melakukan tindak memalukan setelah memberi komentar tentang pemilihan presiden Amerika Serikat. (SIMON DAWSON / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harry dan Meghan Markle dicap melakukan tindak memalukan setelah memberi komentar tentang pemilihan presiden Amerika Serikat. Bahkan, jurnalis Inggris Piers Morgan menyerukan agar titel kerajaan mereka dicopot.

"Mempertahankan gelar kerajaan melarang mereka ikut campur ke dalam palung politik seperti yang telah mereka lakukan sekarang," tulisnya dalam kolom untuk Daily Mail.

Dia lanjut menuliskan, "Terus terang memalukan bagi dua anggota keluarga kerajaan untuk menyalahgunakan posisi mereka dan mempermalukan negara mereka dengan cara yang tidak tahu malu."


Morgan juga menekankan bahwa tindakan Harry dan Markle dinilai akan menyulitkan keluarga kerajaan. Ia kemudian menyindir pasangan itu karena tidak lagi mematuhi aturan kerajaan.

"Keluarga kerajaan tahu bahwa menyatakan secara terbuka segala jenis pandangan partisan akan membuat hidup Ratu sangat sulit. Tapi tampaknya Meghan dan Harry tidak mendapatkan memo itu. Atau lebih tepatnya, mereka mendapatkannya - tapi tidak mau mematuhinya," tulisnya.

Dalam kesimpulannya, dia pun mendorong agar gelar kerajaan orang tua satu anak itu segera dicopot.

"Kerajaan tidak punya pilihan selain mencabut gelar mereka. Sebelum mereka melakukan kerusakan lebih jauh," ujarnya.

Sebelumnya, Duke dan Duchess of Sussex, yang memulai hidup baru mereka di California menjadi sorotan setelah merilis pesan kepada para pemilih AS menjelang hari pilpres November mendatang.

Diberitakan Mirror, video Harry dan Markle tidak secara khusus mendorong orang Amerika untuk memilih satu pihak atau yang lain. Mereka hanya berpesan untuk memilih dan menentang segala komentar jahat di internet.

"Semakin kita mendekati November, penting bahwasanya kita menolak segala ujaran kebencian, disinformasi, dan hal negatif di internet," kata Harry dalam video tersebut.

[Gambas:Instagram]



Namun banyak yang menganggap bahwa pasangan ini menentang Donald Trump yang sempat tersandung penyebaran informasi yang salah dan ujaran kebencian. Hal itu pula yang membuat pasangan ini ditafsirkan mendukung kandidat lainnya, Joe Biden.

Trump sendiri telah menanggapi komentar pedas dari pasangan itu. "Saya bukan penggemar dia [Meghan Markle] dan saya akan mengatakan ini, dan dia mungkin telah mendengar ini, saya berharap banyak keberuntungan untuk Harry - karena dia akan membutuhkannya," ujar Trump.

Setelah video dirilis, juru bicara Istana Buckingham pun menyoroti bahwa Harry bukan lagi anggota aktif, dan pernyataannya dibuat dalam kapasitas pribadi.

(agn/end)

[Gambas:Video CNN]