Stephen Chow, Hidup Raja Komedi yang Kini Jadi 'Tragedi'

CNN Indonesia | Rabu, 14/10/2020 15:20 WIB
Stephen Chow yang memiliki harta hingga setara triliunan rupiah kini disebut-sebut terancam bangkrut karena terlilit utang. Stephen Chow kini terlilit utang hingga ratusan miliar rupiah. (Getty Images/AFP/Kevin Winter)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nama Stephen Chow kembali mencuat. Bukan karena film terbaru yang ia garap, melainkan karena terlilit hutang hingga 270 juta dollar Hong Kong atau setara Rp513 miliar.

Fakta ini jelas mengejutkan karena Chow merupakan salah satu selebritas paling sukses di Hong Kong. Sepanjang Juni 2018 sampai Juni 2019 ia menerima bayaran sebesar US$82 juta atau setara Rp1,148 triliun.

Sampai pertengahan tahun lalu total kekayaan yang ia miliki diprediksi menyentuh angka US$245 juta atau setara Rp3,43 triliun. Jumlah harta yang bisa dibilang banyak dan tidak cepat habis bila dikelola dengan baik.


Semua itu jelas tidak diraih Chow dengan cepat dan mudah. Pria kelahiran tahun 1962 ini melewati masalah dan rintangan hingga akhirnya menjadi selebritas sukses, tentunya sebelum terlilit hutang.

Menengok ke belakang, kehidupan Chow terbilang sulit sejak kecil, terutama saat kedua orang tuanya memutuskan cerai ketika ia berusia 7 tahun. Sejak saat itu ia hanya dibesarkan oleh ibunya seorang diri, Ling Po Yee.

Hidup Chow bersama ibu dan neneknya kala itu sangat sederhana, bahkan bisa dibilang cukup sulit. Mereka bertiga tinggal di sebuah rumah yang merupakan bantuan dari pemerintah.

Meski demikian, Chow masih bisa menimba ilmu pendidikan Sekolah Dasar (SD). Usai sekolah, ia menghabiskan waktu sehari-hari dengan menonton film laga yang banyak menampilkan bela diri, salah satunya The Big Boss (1971) yang dibintangi Bruce Lee.

Hong Kong director Stephen Chow (L) and Taiwanese actor Show Lo attend a press conference to promote Chow's new film  Stephen Chow pernah menyandang predikat sebagai salah satu komedian terkaya di dunia. (Mandy Cheng / AFP)

Sejak itulah pria yang memiliki nama asli Stephen Chow Sing Chi ingin menjadi bintang film laga.

Setelah lulus sekolah, Chow mengikuti kelas akting di Television Broadcasts Limited (TVB) demi menggapai mimpi sebagai bintang laga. Ia lulus pada tahun 1982 dan mulai menjalani karier sebagai aktor.

Setidaknya ia membutuhkan waktu empat tahun untuk membintangi film pertamanya pada 1986 bertajuk A Better Tomorrow. Sejak itu karier aktingnya terbilang lancar, hampir setiap tahun sampai ia membintangi tiga sampai sembilan film sampai 1993.

Chow seperti tidak puas hanya menjadi seorang aktor hingga menjalani debut penyutradaraan lewat film komedi bertajuk Flirting Scholar (1993). Film sukses masuk box office dengan pendapatan sebesar 40,1 juta dollar Hong Kong.

Ia konsisten membuat film komedi yang selalu berhasil membuat orang tertawa dan laku di pasaran. Beberapa di antaranya adalah From Beijing with Love (1994), Forbidden City Cop (1996) dan King of Comedy (1999).

Nama Chow sebagai sineas spesialis komedi meroket ketika membuat film komedi bertajuk Shaolin Soccer (2001), Kung Fu Hustle (2004) dan CJ7 (2008). Bahkan ia dijuluki Raja Komedi oleh awak media Hong Kong karena sering membuat film komedi.

The Mermaid menjadi film garapan Chow paling sukses dengan pendapatan sebesar US$553 juta. Diikuti Journey to the West: Conquering the Demons dengan US$215 juta, The New King of Comedy dengan US$106,6 juta dan Kung Fu Hustle dengan US$102,8 juta.

Pada Februari 2019 lalu, Chow sempat mengatakan tengah menggarap sekuel film Kung Fu Hustle. Menurutnya film itu tidak akan bertajuk Kung Fu Hustle 2 dan tidak akan berlatar tempat di negara lain.

Belum diketahui pasti bagaimana nasib sekuel film Kung Fu Hustle. Mengingat ia terancam bangkrut dan terlilit hutang sebesar Rp513 miliar kepada investor dan mantan pacarnya, Yu Manfung, yang mewarisi bisnis konstruksi.

Manfung menjalin hubungan dengan Chow sejak tahun 1997 hingga 2010. Chow disebut mengalami krisis keuangan pada 2012, kala itu ia digugat iManfung sebesar 80 juta dollar Hong Kong atau setara Rp152 miliar.

Angka itu diklaim Manfung sebagai komisi penjualan rumah mewah di The Peak, Hong Kong, yang belum dibayar. Chow pernah tinggal di rumah tersebut, namun kini telah digadaikan pada awal tahun karena krisis keuangan.

Manfung merasa berhak atas bayaran 10 persen senilai Rp152 miliar. Ia mengaku hanya menerima 10 juta dollar Hong Kong (Rp19 miliar), menurut Chow uang itu merupakan itikad baik dan membantah utang kepada mantan kekasih.

Meski demikian, Manfung tidak terima karena itu diklaim di luar kesepakatan. Pun proses sidang atas gugatan Manfung tersebut akan digelar pada November mendatang.

Selain itu, Chow juga dilaporkan terlilit utang terkait bisnis investasi yang pernah ia kelola. Pada 2016, sejumlah investor menanamkan modal hingga 1,3 miliar dollar Hong Kong (Rp2,5 triliun) dan dijanjikan keuntungan hingga hingga 1 miliar dollar Hong Kong (Rp1,9 triliun) setelah empat tahun.

Berdasarkan informasi sumber Today Online, bisnis investasi Chow dalam tiga tahun berjalan mulus dengan keuntungan sebesar 670 juta dollar Hong Kong (Rp1,2 triliun). Namun di tahun keempat, perusahaan hanya mampu untung 160 juta dollar Hong Kong (Rp304 miliar) karena pandemi virus corona (Covid-19).

(adp/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK