Militer Buka Suara soal Kisruh Fan BTS Korea dan China

CNN Indonesia | Rabu, 14/10/2020 13:04 WIB
Perwakilan militer Korea Selatan buka suara terkait permasalahan yang terjadi antara fan BTS di China dan Korea dalam beberapa hari terakhir. Perwakilan militer Korea Selatan turut buka suara terkait permasalahan yang terjadi antara fan BTS di China dan Korea dalam beberapa hari terakhir. (Dok. Big Hit Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisaris Administrasi Tenaga Kerja Militer (MMA) Korea Selatan, Mo Jong-hwa, turut buka suara terkait permasalahan yang terjadi antara fan BTS di China dan Korea dalam beberapa hari terakhir akibat pidato soal relasi Korsel dan Amerika Serikat.

"Sesungguhnya cukup menggembirakan BTS menekankan aliansi Korea-AS. Tapi sangat tidak nyaman beberapa pengguna internet di China membuat komentar negatif tentang masalah tersebut," kata Mo Jong-hwa dalam pertemuan audit parlemen pada Selasa (13/10).

Perwakilan Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa pemerintah sedang memantau dan memperhatikan perkembangan hal itu untuk memastikan kontroversi tidak memengaruhi upaya peningkatan hubungan China dan Korea Selatan.


Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, juga mengaku sudah menerima laporan warga terkait pidato BTS. Zhao Lijian menegaskan bahwa sangat penting untuk melihat masa depan dan menjalin pertemanan berdasarkan pelajaran dari sejarah.

Permasalahan ini bermula tak lama setelah BTS menerima anugerah Van Fleet Award atas kontribusi mereka dalam hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat pada Rabu (7/10).

Kala itu, RM selaku leader BTS menyatakan bakal selalu mengingat sejarah penderitaan Korea Selatan dan AS dalam perang yang terjadi pada 1950-1953.

"Kami akan selalu mengingat sejarah penderitaan yang dialami kedua negara dan pengorbanan banyak orang. BTS akan selalu mengingatkan diri kita sendiri tentang arti penghargaan Van Fleet dan terus melakukan yang terbaik dalam semua yang kita lakukan. Terima kasih banyak."

Seperti dilansir Yonhap, dalam perang Korea yang pecah pada 25 Juni 1950, pasukan Korea Utara yang didukung Uni Soviet dan China menyerang dan berniat mencaplok Korea Selatan.

Sekitar 140 ribu tentara Korea Selatan tewas dan 450 ribu orang terluka akibat perang tersebut. Sementara itu, sekitar 123 ribu jenazah tentara Korea Selatan belum ditemukan.

Sekitar 1,95 juta orang dari 22 negara, seperti AS, Inggris, Kanada, dan Turki memberikan dukungan medis dan ambil bagian dalam perang tersebut. Berdasarkan data pemerintah, 37.902 orang tewas dan 103.460 orang luka-luka.

Namun menurut China, dalam perang itu sebenarnya Amerika Serikat lah yang memicu pertikaian. Para warga China pun mengamuk karena pidato BTS seolah tidak mengakui perjuangan para leluhur mereka saat membela Korea Utara.

FILE - Korean pop band BTS accepts the award for top duo group at the Billboard Music Awards on May 1, 2019, in Las Vegas. “Dynamite,” the group’s first all-English song, debuted at No. 1 on the U.S. music charts this week, making BTS first Korean pop act to top the chart. (Photo by Chris Pizzello/Invision/AP, File)BTS. (Chris Pizzello/Invision/AP/Chris Pizzello)

Kekecewaan warga China menjadi headline tabloid harian pemerintah China, Global Times. Dalam pemberitaan itu, BTS disebut melukai perasaan masyarakat dan penggemar atau ARMY di China. BTS juga disebut mencerminkan sikap sepihak.  

Melalui Weibo, platform media sosial terbesar di China, para pengguna meramaikan tagar dan unggahan kekecewaan terhadap BTS dan mengancam akan memboikot merek-merek yang berafiliasi dengan anak asuh Big Hit Entertainment tersebut.

Tak lama setelah itu, beberapa merek seperti Samsung, Hyundai, dan Fila menghapus iklan yang menampilkan BTS di pasar China.

ARMY China Terbelah

Permasalahan tersebut menuai pro dan kontra dari fan BTS di China. Beberapa dari mereka, melalui media sosial, menyatakan tetap mendukung BTS walau mendapat intimidasi karena dianggap tidak memiliki jiwa patriotik.

Namun, tak sedikit pula ARMY di China yang menyatakan kebangsaan dan nasionalisme lebih penting daripada menjadi penggemar BTS.

Mereka bahkan menuntut penjelasan resmi Big Hit Entertainment terkait hal tersebut kepada fan di China yang selama ini berkontribusi banyak dalam unduhan dan penjualan album. Selama ini, China memang menjadi pasar besar bagi industri hiburan Korsel.

[Gambas:Video CNN]

Sejumlah penggemar BTS di Korsel kecewa atas sikap sebagian warga China itu. Mereka menyatakan RM hanya menyampaikan rasa terima kasih dan betapa penting penghargaan terhadap orang-orang yang membantu memajukan hubungan Korsel dan AS.

"Saya merasa orang-orang merasa berlebihan dengan membawa ini ke bidang politik dan diplomatik. Itu tidak bagus," kata seorang warga Korea Selatan sekaligus ARMY berusia 35 tahun yang enggan disebutkan namanya.

ARMY Korea juga menyesalkan reaksi cepat sejumlah merek yang menarik produk dan menghapus promosi mereka di China karena menampilkan BTS. 

(chri/has/bac)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK