Misteri Kebenaran di Balik Novel Dracula dari Bram Stoker

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 18/10/2020 17:23 WIB
Penulis novel fiksi Bram Stoker mengaku bahwa cerita dari novel yang terbit pada 1897 tersebut dibangun dari kejadian nyata. Penulis novel fiksi Bram Stoker mengaku bahwa cerita dari novel yang terbit pada 1897 tersebut dibangun dari kejadian nyata. (Via Wikimedia Commons (CC-PD-Mark))
Jakarta, CNN Indonesia --

Kisah Dracula mungkin digolongkan sebagai fiksi. Namun siapa sangka bahwa sang penulis, Bram Stoker mengaku bahwa cerita dari novel yang terbit pada 1897 tersebut dibangun dari kejadian nyata.

Setidaknya, itulah yang diakui Stoker dalam Makt Myrkranna, sebuah versi lain dari Dracula dalam bahasa Islandia yang kemudian dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Powers of Darkness.

Kisah Makt Myrkranna aslinya terbit secara berseri melalui koran Fjallkonan dari 13 Januari 1900 hingga 20 Maret 1901, beberapa tahun setelah novel Dracula karangan Stoker terbit di Inggris.


Namun yang menarik, Makt Myrkranna yang dalam versi buku disebut diterjemahkan oleh pemimpin redaksi Fjallkonan, Valdimar Asmundsson, itu tidak secara persis mirip dengan novel Dracula seperti pada kisah terjemahan lainnya.

Makt Myrkranna memiliki konsep cerita yang lebih luas dibanding perjalanan Jonathan Harker menuju kastil Count Dracula, atau surat-menyurat Wilhelmina 'Mina' Harker dengan Lucy Wesrenra, atau pun catatan lainnya seperti pada novel Dracula.

Apalagi, Stoker menulis kata sambutan untuk serial itu berisi kenyataan yang ia simpan di balik popularitas Dracula.

"Saya cukup yakin bahwa tak ada keraguan apa pun bahwa peristiwa-peristiwa yang digambarkan di sini [cerita Dracula] benar-benar terjadi, betapapun sulit dipercaya dan tidak dapat dimengerti mereka pada saat pertama," kata Stoker.

"Dan saya lebih yakin bahwa mereka [kejadian dalam Dracula] pasti berada dalam tingkatan yang tidak dapat dipahami," lanjutnya, dikutip dari tulisan sejarawan dan penulis asal Belanda, Hans Corneel de Roos di laman Lithub.

"Semua orang yang baik dengan sukarela -atau tak mau- berperan dalam cerita yang luar biasa ini dikenal oleh umum dan dihormati," tulis Stoker.

"Baik Jonathan Harker dan istrinya [yaitu seorang karakter perempuan] dan Dr Seward adalah teman-teman saya selama bertahun-tahun, dan saya tak pernah ragu bahwa mereka mengatakan yang sesungguhnya," tulis mantan jurnalis tersebut.

Dracula (1931)Film Dracula (1931) merupakan adaptasi dari novel Bram Stoker, Dracula. (dok. Universal Pictures via IMDb)

Antara Fakta dan Fiksi

Cicit sekaligus pengelola legasi dari Bram Stoker, Dacre Stoker, bersama dengan penulis JD Barker kemudian menjabarkan bagian "nyata" yang nyaris tak disadari oleh para pembaca Dracula, juga penonton film adaptasinya.

Melalui sebuah tulisan naratif dan diterbitkan oleh Time pada 2018, keduanya menjabarkan bahwa salah satu bagian yang dianggap nyata adalah terkait dengan kedatangan kapal pembawa tanah Transylvania sekaligus Count Dracula ke London.

Stoker dan Barker memulai cerita mereka dengan kisah Bram Stoker yang mencari informasi di Perpustakaan Whitby terkait buku The Accounts of Principalities of Wallachia and Moldavia.

Buku itu merupakan catatan dari diplomat Inggris, William Wilkinson kala berdinas di Wallachia dan Moldavia serta terbilang bukan kategori umum. Pengguna harus meminta izin untuk melihatnya dan terus berada di bawah pengawasan petugas.

Setelah mendapatkan sejumlah informasi dan mencatatnya di jurnal, Stoker kemudian pergi ke Museum Whitby dan mencari sesuatu di peta. Pencariannya bergerak mulai dari London kemudian menuju pedalaman Eropa dan sampai di Romania.

"Dari museum, Bram kemudian pergi ke Whitby Harbour di mana dia berbicara dengan beberapa anggota Royal Coast Guard," tulis Stoker dan Barker.

"Mereka memberikan rincian informasi soal sebuah kapal layar, Dmitri, yang kandas beberapa tahun sebelumnya di pantai di dalam pelabuhan pelindung, dengan hanya segelintir awak yang tersisa yang masih hidup," lanjut mereka.

Sampul novel DraculaSampul novel Dracula karya Bram Stoker. (British Library Board via Wikimedia Commons (PD-Art (PD-US)))

Kapal yang disebut berasal dari Varna, kota pelabuhan di Eropa Timur, itu dikabarkan membawa kargo misterius, berupa peti-peti berisi tanah.

Ketika melakukan investigasi atas bangkai kapal, petugas penyelamat dilaporkan melihat sebuah anjing hitam yang besar seperti jejadian Barghest, melarikan diri dari lambung kapal dan lari menuju pemakaman St Mary's Church.

Stoker dan Barker menyebut, Bram mengunjungi gereja tersebut dan memandang reruntuhan Whitby Abbey menjulang di samping gereja itu. Dari sanalah ide Dracula tumbuh.

"Empat bulan sebelumnya, teman Bram Stoker, Arminius Vambery mengatakan kepadanya soal buku itu, memberitahu apa yang mesti ia cari. Mengatakan kepadanya untuk mengunjungi perpustakaan di Whitby," kata Stoker dan Barker.

"Potongan final dari teka-teki ini, sebuah cerita, secara perlahan membentuk sebuah gambaran. Dalam halaman lain di catatannya, nama Count Wampyr sudah dicoret, diganti dengan Count Dracula dan bagi Bram, itu semua masuk akal," tulis mereka.

"Bagi penggemar novel Dracula, informasi di atas terasa tak asing. Kita semua tahu namanya. Ada kuburan, Abbey, anjing, dan tentu saja kapal. Namun di novel namanya The Demeter bukan? Bukan Dmitri," lanjut Stoker dan Barker.

"Di buku, ya, namun di kehidupan nyata namanya Dmitri. Dan itulah 'kisah nyatanya'. Bram menemukan sebuah wilayah abu-abu antara fakta dan fiksi dan itu jelas membuatnya senang," kata mereka.

Dracula (1931)Dalam novel, Bram Stoker menggambarkan Dracula takut dengan sejumlah hal, termasuk relikui keagamaan. (dok. Universal Pictures via IMDb)

Sensor

Mereka menjelaskan, Bram Stoker diduga menulis kisah asli Dracula dengan lebih detail dan penuh dengan campuran kejadian yang terjadi di dunia nyata.

Namun karena suasana di London kala itu yang masih mencekam akibat serangkaian kejadian pembunuhan yang dikenal dengan kasus Whitechapel dan diyakini adalah kasus Jack the Ripper, pihak penerbit tak ingin ambil risiko.

Pihak penerbit dijelaskan Stoker dan Barker mendesak Bram untuk menyensor dan membubuhkan kisah yang lebih fiksi karena tak ingin publik gempar dan menimbulkan kepanikan massal.

"Ketika novel akhirnya rilis pada 26 Mei 1897, sebanyak 101 halaman pertama telah dibuang, banyak perubahan telah dibuat pada teks tersebut, dan epilog telah dipersingkat yang mengubah nasib akhir Dracula serta kastilnya," papar Stoker dan Barker.

"Puluhan ribu kata telah lenyap. Pesan Bram, setelah ringkas dan jelas, telah kabur di antara baris-baris yang tersisa," lanjutnya.

Keyakinan itu semakin kuat ketika pada dekade '80-an, manuskrip Dracula yang diyakini asli ditemukan di sebuah gudang di desa kawasan Pennsylvania. Tak ada yang tahu bagaimana naskah itu bisa ada di sana.

Manuskrip yang kini dipegang oleh salah satu pendiri Microsoft, Paul Allen, itu dimulai dari halaman 102. Halaman itu adalah bab jurnal Jonathan Harker dalam perjalanan kereta tanggal 3 Mei, persis dengan yang terbit di pasaran hingga saat ini.

"Ini menimbulkan pertanyaan: apa yang ada di 101 halaman pertama? Apa yang dianggap terlalu nyata, terlalu menakutkan, untuk dipublikasikan?" kata Darce Stoker dan JD Barker dalam tulisan mereka.

(end)

[Gambas:Video CNN]