Kecam Macron, Arie Untung 'Buang' Tas LV Hingga Dior

CNN Indonesia | Rabu, 28/10/2020 15:26 WIB
Arie Untung menyebut tas-tas branded asal Prancis miliknya kini menjadi Presenter Arie Untung mengaku tak lagi memakai produk Prancis usai kasus Macron hina Islam.(Foto: CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selebritas Arie Untung mengunggah foto barang-barang buatan Prancis miliknya yang diletakkan begitu saja di lantai. Ia mengatakan tak lagi memakai barang-barang bermerek itu usai kasus penghinaan agama Islam yang dilakukan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dalam akun instagram pribadinya, ia mengunggah foto baju hingga tas asal negeri mode berlogo Louis Vuitton, Yves Saint Laurent, Chanel, Givenchy, Celine, hingga Dior. Produk-produk fasyen itu tampak tergeletak di atas lantai.

Dalam keterangan gambarnya, Arie menyatakan tidak akan dia pakai sebab tidak sebanding dengan harga diri Nabi Muhammad.


"Barang-barang recehan, brand-brand tersebut tidak layak ada di lemari yang pemiliknya sangat mencintai Nabi Muhammad," kata Arie, dalam akun Instagram-nya, Rabu (28/10).

"Ngga layak ada di lemari yg pemiliknya sangat mencintai nabinya. Brand-brand ini Kastanya langsung jadi 'paling rendah'," lanjutnya.

"Barang2 ini Ga akan kami pakai," kata Arie Untung lagi.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tidak semua orang Prancis bersikap sama seperti Macron. Ia juga mengatakan bahwa barang-barang yang akan dia "buang" itu tidak bersalah.

"ini adab kebijakan negaranya ya guys. Bukan orangnya. Ini murni pemimpinnya aja, enggak semua orang prancis juga setuju sama presidennya," ucap dia, "Bukan salah tas-tas ini".

"Tapi biar dia (Macron) tahu impact ekonomi yang dihasilkan atas penghinaan ini. Di muslim market brand prancis sekarang value-nya langsung 'murah'. Kayak enggak ada hal lain yang lebih penting aja yang lebih manfaat untuk dibahas," ucapnya.

Arie kemudian mengatakan bahwa Prancis adalah negara dengan pertumbuhan muslim tertinggi dan memiliki masjid terbesar di Eropa.

[Gambas:Instagram]



"Jadi warganya juga banyak yang marah kok," klaim dia.

Di sisi lain dia mengingatkan agar umat Muslim lain jangan langsung marah sehingga menghina balik agama lain.

"Temen-temen muslim jangan response balik hina kepercayaan apapun, kita jadi pribadi-pribadi yg sabar. Hidup berdampingan damai dengan yang berbeda kepercayaan adalah kelembutan yg diajarkan Rasulullah," katanya.

Infografis Mini Emmanuel MacronFoto: CNN Indonesia/Asfahan Yahsyi

Sebelumnya, Macron, pada Jumat (23/10), mengatakan Islam adalah "agama yang mengalami krisis di seluruh dunia".

Hal ini dikatakannya terkait pemenggalan guru yang membahas karikatur Nabi di Charlie Hebdo, Samuel Paty (47), di Eragny, oleh pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18).

"Sekulerisme adalah pengikat persatuan Prancis. Jangan biarkan kita masuk ke dalam perangkap yang disiapkan oleh kelompok ekstremis, yang bertujuan melakukan stigmatisasi terhadap seluruh Muslim," ujar Macron.

Seruan boikot terhadap produk-produk negeri fashion tersebut mulai muncul dari sejumlah asosiasi dagang Timur Tengah. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun mengikuti pemboikotan itu.

"Jangan pernah menghargai barang-barang berlabel Prancis, jangan membelinya," tutur Erdogan dikutip dari AFP, Senin (26/10).

(ndn/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK