Review Film: Over The Moon

CNN Indonesia | Jumat, 06/11/2020 19:35 WIB
Film animasi Over The Moon mengisahkan legenda China mengenai Dewi Bulan bernama Chang'e. Film animasi Over The Moon. (dok. Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saya tidak memiliki ekspektasi apa pun saat menonton film animasi Over The Moon yang digarap Pearl Studio dan Netflix Animation. Pasalnya, Over The Moon adalah film animasi Netflix pertama yang saya tonton.

Sejak awal saya tertarik dengan film ini karena mengisahkan legenda China mengenai Dewi Bulan bernama Chang'e. Sejak kecil sampai sekarang, rasanya jarang film animasi internasional yang mengadaptasi cerita Asia.

Dalam film ini Dewi Bulan Chang'e diceritakan dengan sangat sederhana dan mudah dipahami. Semua berawal ketika Fei Fei (Cathy Ang) selalu didongengkan legenda Chang'e oleh ibunya sejak kecil, semakin lama ia makin percaya.


Umur Fei Fei yang bertambah tidak membuatnya sanksi dengan legenda itu, terlebih ketika banyak orang tidak percaya. Ia justru ingin ke bulan untuk membuktikan legenda itu nyata, hingga akhirnya membuat roket.

Dari awal sampai pertengahan film, kisah Fei Fei berpetualang bisa dinikmati dan bisa dibilang menyenangkan. Film ini menyajikan kebudayaan China yang menarik dan belum pernah dilihat sebelumnya.

Terlebih, karakter Fei Fei dieksplorasi dengan baik lewat adegan demi adegan. Penonton bisa memahami dengan mudah seperti apa sifat dan kepribadian Fei Fei, termasuk seberapa pintar Fei Fei yang bisa membuat roket seorang diri.

Semua itu dilengkapi dengan lagu-lagu dan koreografi yang bagus. Saya kaget kalau ternyata Cathy Ang, yang bisa dibilang sebagai pendatang baru, mengisi suara Fei Fei dan bernyanyi dengan sangat baik.

Sayangnya, Over The Moon mendadak terasa mulai membosankan ketika Fei Fei berhasil mendarat di bulan. Film ini seperti kehilangan arah untuk mengisahkan pertemuan Fei Fei dengan Chang'e.

Setidaknya hal itu terlihat dari perpindahan adegan yang terasa kaku dan tidak tepat, satu adegan seperti belum selesai lalu sudah pindah ke adegan lain. Salah satunya adegan penjelasan mengenai perubahan Chang'e.

Ada pula beberapa adegan yang sengaja dibuat tidak lengkap untuk memberi isyarat bahwa akan ada plot twist. Saya sudah berharap akan plot twist tersebut, tapi ternyata biasa saja dan bahkan dipaksakan.

Selain itu, film ini juga diakhiri dengan cerita yang terasa memaksakan. Seketika Fei Fei menemukan sesuatu yang ia butuhkan untuk kembali ke Bumi tanpa pembangunan cerita yang cukup dan penjelasan yang masuk akal.

Keburukan itu diperparah dengan salah satu bagian cerita penting yang terasa sangat 'bolong'. Bila memang cerita sengaja dibuat 'bolong' agar bisa dibuat sekuel tidak masalah, namun sangat bermasalah bila tidak sengaja membuat cerita yang 'bolong'.

Dari segi teknis, Over The Moon layak mendapat apresiasi lantaran animasi yang sangat bagus. Selain itu, pengerjaan animasi film ini sangat detail, hal itu terlihat dari mayoritas karakter miliki mata sipit seperti perawakan orang China sungguhan.

Sangat jarang saya melihat film animasi yang membuat karakter sesuai dengan dunia nyata. Biasanya, film animasi internasional yang mengadaptasi cerita dari mana pun, kerap menampilkan karakter dengan perawakan orang Barat.

(adp/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK