Iwan Fals: Tenaga Medis Depresi, Bagaimana Nasib Kita?

CNN Indonesia | Kamis, 03/12/2020 15:06 WIB
Iwan Fals menyampaikan rasa prihatin atas kondisi para tenaga medis yang kelelahan dan depresi di masa pandemi Covid-19. Iwan Fals prihatin kondisi tenaga medis di masa pandemi Covid-19. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iwan Fals menyampaikan rasa prihatin atas kondisi para tenaga medis di masa pandemi (virus Corona) Covid-19.

Dalam akun Youtube Ngalor-ngidul, dia menyoroti kondisi para tenaga kesehataan yang mengalami kelelahan sampai depresi.

"Saya lihat-lihat handphone, di situ dari Departemen Kesehatan ada poster bertuliskan 85 persen tenaga kesehatan kita kelelahan dan depresi. Wah, ini kabar buruk."


"Saya membayangkan 200 ribu orang dokter plus perawat tambah 300 ribu. Ya sekitar 500 ribuan gitu depresi dan kelelahan! Bagaimana nasib kita?" tutur Iwan Fals.

Untuk itu, Iwan Fals mencoba menyampaikan pesan motivasi kepada para tenaga medis yang terus berjibaku melawan Covid-19 di pertahanan terakhir.

[Gambas:Youtube]

"Mudah-mudahan teman-teman di kesehatan tetap bersemangat apapun ceritanya karena memang sudah pilihan."

"Perjuangan kalian adalah itu. Kalian adalah pahlawan di bidang itu. Tetap bergembira melakukannya. Berdoa, Bismillah, mudah-mudahan semuanya lancar. Tentu dengan protokol, disiplin yang ketat," tutur Iwan Fals.

Ia juga berharap tak ada lagi kasus dokter-dokter meninggal di masa pandemi.

"Kemarin kan banyak dokter yang meninggal karena Covid-19. Ayolah tetap bersemangat. Semangat, semangat, semangat, semangat! Bangkit!"

"Sebentar lagi kan vaksinnya dapat. Walaupun belum sampai puncak kita [Indonesia] katanya. Tapi ada kabar baik entah Januari atau apa itu vaksin akan datang. Berdoa saja lah mudah-mudahan selesai.

Dalam kesempatan itu, Iwan Fals menilai pelayanan kesehatan di Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dahulu seperti di era 1980-an.

Ia pun mengungkapkan penah membuat lagu tentang ketidakadilan rumah sakit dalam melayani pasiennya.

"Tapi sekarang ini jauh lebih berkembang di samping ilmu pengubatan lebih maju, juga jumlah dokter jauh lebih banyak. Rumah sakit pun begitu. Pelayananannya pun begitu, jauh lebih baik dibandingkan dauhulu," kata Iwan Fals.

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu. Misalnya saja Komunitas Save Yourselves melalui Instagram @saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.



(bac/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK