'Petaka' Hollywood, James Bond dan A Quiet Place Mundur Lagi

CNN Indonesia | Senin, 25/01/2021 09:33 WIB
Hollywood disebut-sebut akan terkena 'malapetaka' usai sejumlah film besar, seperti sekuel James Bond dan A Quiet Place, kembali diundur karena pandemi. Hollywood disebut-sebut akan kembali terkena 'malapetaka' usai sejumlah film besar, seperti sekuel James Bond dan A Quiet Place, kembali diundur karena pandemi. (Dok. MGM/Universal Pictures/Eon Production via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hollywood disebut-sebut akan terkena 'malapetaka' setelah sejumlah film besar, seperti sekuel terbaru James Bond dan A Quiet Place, kembali diundur karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda.

Sejumlah media Amerika mulai memakai diksi yang mengindikasikan kehancuran box office Hollywood setelah rumah produksi MGM mengumumkan bahwa mereka akan mengundur penayangan sekuel James Bond, No Time to Die dari 2 April menjadi 8 Agustus.

Ini merupakan kali ketiga MGM mengumumkan penundaan perilisan No Time to Die. Sedianya, film ini seharusnya tayang pada November 2019, tapi diundur ke April 2020 karena pergantian sutradara.


Sempat dijadwalkan tayang Maret 2020, perilisan No Time to Die kembali diundur ke November 2020 karena pandemi Covid-19. Karena pandemi tak kunjung usai, penayangan No Time to Die kembali mundur ke April 2021.

Indiewire melaporkan bahwa pengunduran tayang No Time to Die ini disinyalir karena MGM ingin margin keuntungan setinggi mungkin mengingat biaya produksi yang mencapai US$400 juta.

Kabar ini membuat pelaku bisnis bioskop menjerit. Pasalnya, layar lebar semakin sepi film besar yang membuat penonton juga kian sedikit.

Pendapatan bioskop Amerika sendiri terus terpuruk. Pada Januari ini saja, pendapatan bioskop diperkirakan merosot 90 persen dari periode yang sama tahun lalu, sebelum pandemi melanda dunia.

Kondisi kian parah ketika rumah produksi Paramount mengumumkan bahwa mereka juga akan mengundur perilisan A Quiet Place Part II dari 23 April ke 17 September.

[Gambas:Youtube]

Dengan demikian, hingga kini hanya ada 10 film besar yang dijadwalkan tayang perdana hingga akhir April, empat di antaranya dari Warner Bros.

Pendapatan dari keempat film itu pun masih dipertanyakan karena Warner Bros memutuskan untuk merilis sederet karya barunya pada tahun ini di bioskop dan HBO Max secara bersamaan.

Satu lainnya merupakan produksi Universal yang juga tak menjanjikan angka besar bagi box office Amerika karena film-film baru mereka sudah akan tersedia di jaringan video berbayar sekitar sebulan setelah tayang di layar lebar.

Sementara itu, empat film lainnya juga masih belum pasti meski Raya and the Last Dragon dari Disney sudah dijadwalkan tayang pada 5 Maret.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK