Promotor Minta Izin Konser hingga Ikut Vaksinasi ke Jokowi

CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 11:30 WIB
Sejumlah kelompok organisasi pekerja acara mengirim surat terbuka kepada Presiden Jokowi, mohon izin konser hingga ikut kampanye vaksinasi. Foto ilustrasi konser di Lisbon selama pandemi. (AP/Armando Franca)
Semarang, CNN Indonesia --

Sejumlah kelompok organisasi pekerja acara mengirim surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka memohon agar dapat diizinkan kembali menggelar acara secara offline hingga dilibatkan dalam kampanye vaksinasi.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI ) Dino Hamid yang juga penggagas dirinya dan rekan-rekan sesama pekerja acara kreatif ingin dapat berkarya lagi setelah setahun harus berhenti total.

"Sudah setahun ini bisa dikatakan kami menganggur. Izin keramaian tidak dikeluarkan. Jadi kami berharap bisa eksis kembali lewat konser offline yang tentunya mengedepankan protokol kesehatan dan keselamatan," tulis APMI dalam surat tersebut.


"Kami ingin memulai lagi, tapi akan kami lakukan dengan sangat hati-hati. Pengalaman pahitnya bulan-bulan kritis saat pandemi menjadi bekal untuk menyikapi momentum dengan kepala dingin," kata mereka.

Surat tersebut juga ditembuskan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Ketua Satgas Covid-19 Nasional Doni Monardo.

Dino yang juga sebagai pemilik event organizer Rajawali Indonesia ini juga menyebut pekerja kreatif siap dipakai dan membantu Presiden dalam kampanye vaksinasi, baik dalam skala kecil hingga besar.

"Kami memiliki jejaring persona yang punya kapasitas mempengaruhi pengikutnya untuk mensukseskan kampanye vaksinasi nasional. Reputasi dan pengalaman kami di bidang acara dapat dimanfaatkan untuk merancang dan mengelola aktivasi kampanye vaksinasi," kata mereka.

"Beri kami kepercayaan memutar lagi roda industri kreatif secara bertahap dengan selalu menjalankan protokol kesehatan," lanjutnya.

Sementara itu, Dino Hamid menyebut pihaknya telah bertemu dan berdiskusi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, juga perwakilan Komisi X DPR RI soal hal tersebut.

"Yang kami lakukan akhirnya silaturahmi dengan Pak Sandi [Sandiaga Uno], terus langsung direspons dengan cepat. Beliau ketemu Pak Kapolri karena sampai saat ini izin untuk keramaian itu kan belum dikeluarkan," kata Dino kepada CNNIndonesia.com.

"Setelah itu, kami berbicara dengan Pak [Syaiful] Huda [Ketua Komisi X DPR RI] karena beliau perwakilan kami di DPR, khususnya kesenian dan pariwisata, jadi kami ketemu beliau, dan beliau respons positif."

Kabar ini menjadi sorotan setelah Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, mendorong pemerintah untuk mengizinkan kembali gelaran konser di tengah pandemi seiring dengan antusiasme warga mengikuti vaksinasi Covid-19.

Setelah kabar ini tersebar, sejumlah pihak buka suara, termasuk Manajer Komunikasi Koalisi Seni, Bunga Manggiasih.

Bunga menganggap jika memang akan ada konser lagi, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Selain ketersediaan fasilitas kesehatan di lokasi, Bunga juga menyoroti tata tertib massa di area konser.

"Sebelum pandemi saja penonton ada yang masukin senjata tajam dan rokok ke konser, apalagi sekarang kalau misalnya mereka lepas masker gitu gimana? Apa ada sanksinya? Jadi dilematis," ujar Bunga.

(dmr/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK