Kerlip Serial Adaptasi Indonesia dan Angan Dekati Pasar Dunia

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Minggu, 14/03/2021 11:09 WIB
Saat serial lokal mulai bersinar, adaptasi tayangan Barat mulai bermunculan dengan produksi yang maksimal, seolah mengerlip mendekati pasar global. Ilustrasi Pretty Little Liars Indonesia. (Arsip VIU Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa tahun setelah serial lokal mulai bersinar, adaptasi tayangan Barat mulai bermunculan dengan produksi yang maksimal, seolah mengerlip mendekati pasar global.

Serial adaptasi lokal ini dibuka dengan Gossip Girl gagasan GoPlay pada Februari 2020, kemudian berlanjut ke Pretty Little Liars di Viu di April tahun yang sama.

Di negara asalnya, dua program tersebut sudah punya basis penggemar besar. Gossip Girl tayang selama enam musim dari tahun 2007 sampai 2012 yang sangat populer dan sukses pada masanya.


Sementara itu, Pretty Little Liars tayang selama tujuh musim dari tahun 2010 sampai 2017 yang tak kalah terkenal dan sukses.

Kesuksesan dan ketenaran menjadi alasan GoPlay dan Viu mengadaptasi serial Barat ini. Menurut mereka, biasanya serial adaptasi cenderung mengikuti ketenaran dan kesuksesan serial orisinalnya, layaknya yang terjadi di kasus drama Korea. Pada akhirnya, tayangan adaptasi bisa lebih menarik penonton ketimbang serial orisinal.

"Ini sama dengan pasar film Indonesia, adaptasi cerita dari Wattpad dan Webtoon, di Korea juga seperti itu. Sudah pasti (serial adaptasi) akan perform lebih baik," kata Country Manager Viu Indonesia, Varun Mehta, kepada CNNIndonesia.com dalam wawancara virtual beberapa waktu lalu.

[Gambas:Youtube]

Dalam kesempatan berbeda, CEO GoPlay, Edy Sulistyo, memberikan keterangan serupa. Nama Gossip Girl cenderung tidak asing bagi pencinta film atau serial sehingga ada penonton lebih tertarik menyaksikan program adaptasi ini.

"Storyline sudah dikasih. Tim penulis tinggal mengikuti saja. Namun, ada beberapa penyesuaian dengan budaya lokal. Misalnya, Thanksgiving. Di sini kan enggak ada, jadi diganti dengan buka puasa," kata Edy.

Ia mengklaim tim produksi dipersiapkan dengan baik untuk adaptasi Gossip Girl. GoPlay bahkan memfasilitasi kelas penulisan naskah agar bisa membuat serial yang baik, seperti memunculkan rasa penasaran setiap episode.

"Adaptasi Gossip Girl ini diakui oleh pemilik lisensi sebagai salah satu adaptasi terbaik di dunia daripada adaptasi lain. Timbal balik yang kami dapat worth it (kalau dibanding dengan pembelian lisensi)," kata Edy.

Begitu pula dengan Pretty Little Liars yang menjalani syuting di Bali. Meski tidak menjelaskan secara rinci, Varun mengklaim serial adaptasi ini diproduksi dengan kualitas tinggi yang menurutnya sukses.

Salah satu tolok ukur kesuksesan, kata Varun, bisa dilihat dari penghargaan. Serial adaptasi ini mendapat penghargaan Program Adaptasi Terbaik dari ajang Asian Academy Creative Awards 2020 dan Penghargaan Televisi Asia ke-25.

"Kami selalu riset. Banyak cerita yang intellectual property (IP) dari cerita itu bisa diakuisisi. Yang susah adalah keputusan untuk investasi di waktu, uang, dan sumber daya manusia," yang tepat.

Ramai adaptasi serial Barat juga belakangan terjadi di Korea. Seorang kritikus budaya dari Korea Selatan, Kim Heon-shik, mengatakan kepada Yonhap bahwa adaptasi serial Barat seperti ini akan menguntungkan berbagai pihak.

"Pengadaptasian juga memudahkan produser serta operator platform mempromosikan acara mereka, terlebih yang berdasarkan tayangan hit Eropa atau AS, kepada pemirsa global," ujar Heon-shik.

Kehadiran Over the Top (OTT) media service memang dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan serial Indonesia ke pasar global karena bisa diakses di berbagai negara lain. Viu, misalnya, sampai saat ini bisa diakses 16 negara.

"Penonton dari luar negeri ada. Negara ini lesser known in terms of content ketimbang negara lain. Konten Indonesia jarang keluar, tapi sejauh ini penikmat serial lokal ada dari Singapura dan Thailand. Penonton tidak besar, tetapi ada," kata Varun.

Ia menilai industri hiburan Indonesia perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah bila benar-benar ingin menarik perhatian penonton global. Varun mencontohkan Jepang yang sangat mendapat dukungan hingga berbagai kontennya dikenal dunia.

"Korea melakukan hal yang sama dengan Jepang. Sebelum Korea kan Jepang lebih dulu. Kemudian Korea memasukkan berbagai budaya dalam konten yang disebar ke seluruh dunia. Kita perlu Indonesia sampai ke tahap itu," katanya.

(has/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK