Review Film: Mank

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Jumat, 09/04/2021 20:22 WIB
Mank mampu membawa penonton ke dalam kontroversi film Citizen Kane, film fenomenal peraih Oscar 1942. Foto: Tangkapan Layar Youtube Netflix
Jakarta, CNN Indonesia --

Mank mampu mencuri perhatian di dunia film internasional. Film besutan sutradara David Fincher itu merajai nominasi Oscar 2021.

Tak tanggung-tanggung, film produksi Netflix itu masuk 10 kategori nominasi penghargaan bergengsi tersebut. Tentu catatan yang fenomenal untuk film yang rilis perdana pada 20 November 2020 tersebut.

Kategori tersebut beberapa di antaranya merupakan yang bergengsi. Sebut saja nominasi kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik (Gary Oldman), Aktris Pendukung Terbaik (Amanda Seyfried), Musik Terbaik (Trent Reznor, Atticus Ross), dan Sinematografi Terbaik (Erik Messerschmidt).


Sementara empat kategorilainnya yaitu Tata Suara Terbaik (Ren Klyce, Jeremy Molod, David Parker, Nathan Nance, Drew Kunin), Desain Kostum Terbaik (Trish Summerville), Makeup dan Haristyling Terbaik (Kimberley Spiteri, Gigi Williams), dan Desain Produksi Terbaik (Donald Graham Burt, Jan Pascale).

Dengan jumlah itu, Mank mencetak sejarah sepanjang gelaran Oscar. Ia mampu melewati catatan film jadul Citizen Kane yang meraih 9 nominasi pada Oscar 1942.

Menariknya lagi, Mank mengisahkan tentang sosok di balik kontroversi film Citizen Kane. Film itu termasuk salah satu yang fenomenal sepanjang sejarah perfilman Hollywood.

Gara-gara kehebohan itu, rasa penasaran saya terpanggil untuk memelototi Mank di depan layar laptop.

Mank seolah membawa kita kembali ke situasi di industri perfilman Hollywood era 1930-an hingga 1940-an awal

Sejujurnya, saya merasa belum mumpuni menulis sebuah review film. Kritikus film bukan, apalagi pelaku di industri itu

Namun, rasa 'gatal' jari jemari saya mengalahkan perasaan ragu untuk mengulas film itu setelah menonton Mank. Ulasan sekadarnya saja.

Singkatnya, Mank mengisahkan kisah penulis skenario, Herman J. Mankiewicz alias Mank, tentang kontroversi penulisan naskah film Citizen Kane. Baiklah, mungkin saya akan ulas sedikit saja Citizen Kane.

Film yang rilis pada 1 Mei 1941 itu pernah menggemparkan jagat perfilman Hollywood. Bukan hanya pencapaiannya masuk sembilan kategori nominasi Oscar 1942, Citizen Kane disebut-sebut sejumlah kritikus sebagai film fenomenal di masanya.

Film MankFilm Mank. (Tangkapan Layar Youtube Netflix)

Bahkan di era tersebut, Citizen Kane dinilai sebagai salah satu karya terbaik dengan ide yang sudah melompati eranya. Salah satu yang paling mencolok adalah alur dalam film tersebut.

Pada era ketika Hollywood sedang euforia film bersuara, Citizen Kane melakukan revolusi menyusun alur mundur-maju-mundur atau non-linear.

Terlebih, film itu bercerita tentang kontroversi skandal kehidupan yang diceritakan sendiri oleh taipan media dan hiburan Amerika Serikat Dalam film itu, sang tokoh utama mengungkapkan seluruh skandal kehidupannya sebagai pesan-pesan terakhir jelang kematiannya.

Profil tokoh utama di film itu pun memiliki kesamaan dengan raja media dan dunia hiburan AS, William Randolph Hearst. Sontak, Hearst tak memberikan 'panggung' sedikit pun untuk Citizen Kane di surat kabarnya.

Di luar dugaan, Citizen Kane justru meraih sembilan kategori nominasi Oscar 1942 di Baltimore, AS. Dari jumlah itu, Citizen Kane meraih penghargaan untuk penulisan skenario asli terbaik di ajang Oscar.

Ada dua nama yang mendapat kredit sebagai penulis skenario terbaik, Welles Orson dan Mank sendiri. Bisa jadi itu bagian dari kompromi terkait ribut-ribut klaim soal siapa sebenarnya penulis asli skenario Citizen Kane.

Nah, di bagian inilah Mank fokus pada skenario film. Mank mencoba melakukan 'kloning' skenario cerita dengan alur non-linear alias spiral, sama seperti Citizen Kane.

Baca ulasan selanjutnya tentang sosok Mankiewicz di film Mank pada halaman berikutnya...

Mengambil Sudut Cerita Mankiewicz

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK