Mank mampu mencuri perhatian di dunia film internasional. Film besutan sutradara David Fincher itu merajai nominasi Oscar 2021.
Tak tanggung-tanggung, film produksi Netflix itu masuk 10 kategori nominasi penghargaan bergengsi tersebut. Tentu catatan yang fenomenal untuk film yang rilis perdana pada 20 November 2020 tersebut.
Kategori tersebut beberapa di antaranya merupakan yang bergengsi. Sebut saja nominasi kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik (Gary Oldman), Aktris Pendukung Terbaik (Amanda Seyfried), Musik Terbaik (Trent Reznor, Atticus Ross), dan Sinematografi Terbaik (Erik Messerschmidt).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara empat kategorilainnya yaitu Tata Suara Terbaik (Ren Klyce, Jeremy Molod, David Parker, Nathan Nance, Drew Kunin), Desain Kostum Terbaik (Trish Summerville), Makeup dan Haristyling Terbaik (Kimberley Spiteri, Gigi Williams), dan Desain Produksi Terbaik (Donald Graham Burt, Jan Pascale).
Dengan jumlah itu, Mank mencetak sejarah sepanjang gelaran Oscar. Ia mampu melewati catatan film jadul Citizen Kane yang meraih 9 nominasi pada Oscar 1942.
Menariknya lagi, Mank mengisahkan tentang sosok di balik kontroversi film Citizen Kane. Film itu termasuk salah satu yang fenomenal sepanjang sejarah perfilman Hollywood.
Gara-gara kehebohan itu, rasa penasaran saya terpanggil untuk memelototi Mank di depan layar laptop.
Mank seolah membawa kita kembali ke situasi di industri perfilman Hollywood era 1930-an hingga 1940-an awal
Sejujurnya, saya merasa belum mumpuni menulis sebuah review film. Kritikus film bukan, apalagi pelaku di industri itu
Namun, rasa 'gatal' jari jemari saya mengalahkan perasaan ragu untuk mengulas film itu setelah menonton Mank. Ulasan sekadarnya saja.
Singkatnya, Mank mengisahkan kisah penulis skenario, Herman J. Mankiewicz alias Mank, tentang kontroversi penulisan naskah film Citizen Kane. Baiklah, mungkin saya akan ulas sedikit saja Citizen Kane.
Film yang rilis pada 1 Mei 1941 itu pernah menggemparkan jagat perfilman Hollywood. Bukan hanya pencapaiannya masuk sembilan kategori nominasi Oscar 1942, Citizen Kane disebut-sebut sejumlah kritikus sebagai film fenomenal di masanya.
Film Mank. (Tangkapan Layar Youtube Netflix)
Bahkan di era tersebut, Citizen Kane dinilai sebagai salah satu karya terbaik dengan ide yang sudah melompati eranya. Salah satu yang paling mencolok adalah alur dalam film tersebut.
Pada era ketika Hollywood sedang euforia film bersuara, Citizen Kane melakukan revolusi menyusun alur mundur-maju-mundur atau non-linear.
Terlebih, film itu bercerita tentang kontroversi skandal kehidupan yang diceritakan sendiri oleh taipan media dan hiburan Amerika Serikat Dalam film itu, sang tokoh utama mengungkapkan seluruh skandal kehidupannya sebagai pesan-pesan terakhir jelang kematiannya.
Profil tokoh utama di film itu pun memiliki kesamaan dengan raja media dan dunia hiburan AS, William Randolph Hearst. Sontak, Hearst tak memberikan 'panggung' sedikit pun untuk Citizen Kane di surat kabarnya.
Di luar dugaan, Citizen Kane justru meraih sembilan kategori nominasi Oscar 1942 di Baltimore, AS. Dari jumlah itu, Citizen Kane meraih penghargaan untuk penulisan skenario asli terbaik di ajang Oscar.
Ada dua nama yang mendapat kredit sebagai penulis skenario terbaik, Welles Orson dan Mank sendiri. Bisa jadi itu bagian dari kompromi terkait ribut-ribut klaim soal siapa sebenarnya penulis asli skenario Citizen Kane.
Nah, di bagian inilah Mank fokus pada skenario film. Mank mencoba melakukan 'kloning' skenario cerita dengan alur non-linear alias spiral, sama seperti Citizen Kane.
Baca ulasan selanjutnya tentang sosok Mankiewicz di film Mank pada halaman berikutnya...
Mank tentu tak mau bersusah payah mendamaikan kontroversi tentang Citizen Kane. Maklum, hingga kini selalu muncul versi antara Orson dan Mank terkait klaim penulisan naskah.
Sang sutradara, David Fincher dan penulis skenario Jack Fincher mencoba menarik simpul cerita dari sudut pandang versi Mank. Sudah tentu berdasarkan riset yang cukup komprehensif.
Terlepas dari kebenarannya, saya anggap wajar film itu lebih menyoroti perjalanan Mank.
Pasalnya, Mank merupakan sosok yang cukup kontroversial dengan kepribadian eksentrik. Sebagai mantan jurnalis investigasi, Mank juga dikenal sebagai pemabuk berat.
Mank juga dikenal sebagai sebagai sosok humoris dengan banyolan-banyolan satir dan tidak basa-basi dalam menyampaikan pandangannya.
Netflix juga sepertinya enggan mengglorifikasi sosok ajaib Orson Welles yang sukses membesut film Citizen Kane di usia 24 tahun. Citizen Kane sendiri merupakan film layar lebar pertama Welles.
Rumah produksi layanan streaming film itu tampaknya ingin menggali versi cerita dari sudut pandang Mank. Dengan demikian, kesan kontroversial sebuah industri film di masa itu seolah begitu lugas digambarkan di film Mank.
Bagi saya, Mank seperti 'menceburkan' penonton ke dalam cerita kontroversial di dunia perfilman Hollywood pada 1940-an tersebut.
Bagi saya dengan menampilkan visual film hitam-putih, Mank tetap mampu keluar dari kesan membosankan. Adalah tata musik terbaik atau best orignal scoring dan tata suara terbaik atau best sound.
Efek latar musik dan suara ciamik seolah mampu menutupi kesan monoton Mank. Kita seperti tidak benar-benar menonton film hitam-putih lantaran ambien musik dan efek suara yang menarik.
Mank juga begitu fasih menggambarkan latar cerita krisis dunia atau malaise di era 1930-an. Krisis ekonomi dunia yang juga berdampak pada lesunya industri film, menjadi gerbang awal di skenario Mank.
Situasi politik yang absurd pun mampu tergambarkan dengan baik di film itu.
Belum lagi akting Gary Oldman yang memerankan Mank. Ia mampu menampilkan sosok Mank sebenarnya yang penuh kontroversi.
Ditambah pula akting aktris pendukung, Amanda Seyfriend yang memerankan Marion Davies, aktris dan sahabat Mank di film itu. Aktingnya seperti tak memberikan jarak suasana kehidupan seleb di era 1930-an hingga 1940-an.
Bukan suatu yang berlebihan jika Mank masuk dalam 10 kategori. Mank bahkan mengalahkan objek cerita film itu, Citizen Kane, yang masuk nominasi di sembilan kategori pada Oscar 1942.
Bukan tidak mungkin pula, Mank mampu menyabet lebih dari satu penghargaan Oscar 2021.
Jakarta, CNN Indonesia --
Mank mampu mencuri perhatian di dunia film internasional. Film besutan sutradara David Fincher itu merajai nominasi Oscar 2021.
Tak tanggung-tanggung, film produksi Netflix itu masuk 10 kategori nominasi penghargaan bergengsi tersebut. Tentu catatan yang fenomenal untuk film yang rilis perdana pada 20 November 2020 tersebut.
Kategori tersebut beberapa di antaranya merupakan yang bergengsi. Sebut saja nominasi kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik (Gary Oldman), Aktris Pendukung Terbaik (Amanda Seyfried), Musik Terbaik (Trent Reznor, Atticus Ross), dan Sinematografi Terbaik (Erik Messerschmidt).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara empat kategorilainnya yaitu Tata Suara Terbaik (Ren Klyce, Jeremy Molod, David Parker, Nathan Nance, Drew Kunin), Desain Kostum Terbaik (Trish Summerville), Makeup dan Haristyling Terbaik (Kimberley Spiteri, Gigi Williams), dan Desain Produksi Terbaik (Donald Graham Burt, Jan Pascale).
Dengan jumlah itu, Mank mencetak sejarah sepanjang gelaran Oscar. Ia mampu melewati catatan film jadul Citizen Kane yang meraih 9 nominasi pada Oscar 1942.
Menariknya lagi, Mank mengisahkan tentang sosok di balik kontroversi film Citizen Kane. Film itu termasuk salah satu yang fenomenal sepanjang sejarah perfilman Hollywood.
Gara-gara kehebohan itu, rasa penasaran saya terpanggil untuk memelototi Mank di depan layar laptop.
Mank seolah membawa kita kembali ke situasi di industri perfilman Hollywood era 1930-an hingga 1940-an awal
Sejujurnya, saya merasa belum mumpuni menulis sebuah review film. Kritikus film bukan, apalagi pelaku di industri itu
Namun, rasa 'gatal' jari jemari saya mengalahkan perasaan ragu untuk mengulas film itu setelah menonton Mank. Ulasan sekadarnya saja.
Singkatnya, Mank mengisahkan kisah penulis skenario, Herman J. Mankiewicz alias Mank, tentang kontroversi penulisan naskah film Citizen Kane. Baiklah, mungkin saya akan ulas sedikit saja Citizen Kane.
Film yang rilis pada 1 Mei 1941 itu pernah menggemparkan jagat perfilman Hollywood. Bukan hanya pencapaiannya masuk sembilan kategori nominasi Oscar 1942, Citizen Kane disebut-sebut sejumlah kritikus sebagai film fenomenal di masanya.
Film Mank. (Tangkapan Layar Youtube Netflix)
Bahkan di era tersebut, Citizen Kane dinilai sebagai salah satu karya terbaik dengan ide yang sudah melompati eranya. Salah satu yang paling mencolok adalah alur dalam film tersebut.
Pada era ketika Hollywood sedang euforia film bersuara, Citizen Kane melakukan revolusi menyusun alur mundur-maju-mundur atau non-linear.
Terlebih, film itu bercerita tentang kontroversi skandal kehidupan yang diceritakan sendiri oleh taipan media dan hiburan Amerika Serikat Dalam film itu, sang tokoh utama mengungkapkan seluruh skandal kehidupannya sebagai pesan-pesan terakhir jelang kematiannya.
Profil tokoh utama di film itu pun memiliki kesamaan dengan raja media dan dunia hiburan AS, William Randolph Hearst. Sontak, Hearst tak memberikan 'panggung' sedikit pun untuk Citizen Kane di surat kabarnya.
Di luar dugaan, Citizen Kane justru meraih sembilan kategori nominasi Oscar 1942 di Baltimore, AS. Dari jumlah itu, Citizen Kane meraih penghargaan untuk penulisan skenario asli terbaik di ajang Oscar.
Ada dua nama yang mendapat kredit sebagai penulis skenario terbaik, Welles Orson dan Mank sendiri. Bisa jadi itu bagian dari kompromi terkait ribut-ribut klaim soal siapa sebenarnya penulis asli skenario Citizen Kane.
Nah, di bagian inilah Mank fokus pada skenario film. Mank mencoba melakukan 'kloning' skenario cerita dengan alur non-linear alias spiral, sama seperti Citizen Kane.
Baca ulasan selanjutnya tentang sosok Mankiewicz di film Mank pada halaman berikutnya...
Mengambil Sudut Cerita Mankiewicz
Foto film. (Tangkapan Layar Youtube Netflix)
Mank tentu tak mau bersusah payah mendamaikan kontroversi tentang Citizen Kane. Maklum, hingga kini selalu muncul versi antara Orson dan Mank terkait klaim penulisan naskah.
Sang sutradara, David Fincher dan penulis skenario Jack Fincher mencoba menarik simpul cerita dari sudut pandang versi Mank. Sudah tentu berdasarkan riset yang cukup komprehensif.
Terlepas dari kebenarannya, saya anggap wajar film itu lebih menyoroti perjalanan Mank.
Pasalnya, Mank merupakan sosok yang cukup kontroversial dengan kepribadian eksentrik. Sebagai mantan jurnalis investigasi, Mank juga dikenal sebagai pemabuk berat.
Mank juga dikenal sebagai sebagai sosok humoris dengan banyolan-banyolan satir dan tidak basa-basi dalam menyampaikan pandangannya.
Netflix juga sepertinya enggan mengglorifikasi sosok ajaib Orson Welles yang sukses membesut film Citizen Kane di usia 24 tahun. Citizen Kane sendiri merupakan film layar lebar pertama Welles.
Rumah produksi layanan streaming film itu tampaknya ingin menggali versi cerita dari sudut pandang Mank. Dengan demikian, kesan kontroversial sebuah industri film di masa itu seolah begitu lugas digambarkan di film Mank.
Bagi saya, Mank seperti 'menceburkan' penonton ke dalam cerita kontroversial di dunia perfilman Hollywood pada 1940-an tersebut.
Bagi saya dengan menampilkan visual film hitam-putih, Mank tetap mampu keluar dari kesan membosankan. Adalah tata musik terbaik atau best orignal scoring dan tata suara terbaik atau best sound.
Efek latar musik dan suara ciamik seolah mampu menutupi kesan monoton Mank. Kita seperti tidak benar-benar menonton film hitam-putih lantaran ambien musik dan efek suara yang menarik.
Mank juga begitu fasih menggambarkan latar cerita krisis dunia atau malaise di era 1930-an. Krisis ekonomi dunia yang juga berdampak pada lesunya industri film, menjadi gerbang awal di skenario Mank.
Situasi politik yang absurd pun mampu tergambarkan dengan baik di film itu.
Belum lagi akting Gary Oldman yang memerankan Mank. Ia mampu menampilkan sosok Mank sebenarnya yang penuh kontroversi.
Ditambah pula akting aktris pendukung, Amanda Seyfriend yang memerankan Marion Davies, aktris dan sahabat Mank di film itu. Aktingnya seperti tak memberikan jarak suasana kehidupan seleb di era 1930-an hingga 1940-an.
Bukan suatu yang berlebihan jika Mank masuk dalam 10 kategori. Mank bahkan mengalahkan objek cerita film itu, Citizen Kane, yang masuk nominasi di sembilan kategori pada Oscar 1942.
Bukan tidak mungkin pula, Mank mampu menyabet lebih dari satu penghargaan Oscar 2021.