Dwayne Johnson Buka Suara Soal Dukungan Jadi Presiden AS

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 13/04/2021 02:07 WIB
Dwayne 'The Rock' Johnson buka suara usai hasil survei menyatakan 46 persen responden bersedia mendukungnya jadi presiden AS. Dwayne 'The Rock' Johnson buka suara usai hasil survei menyatakan 46 persen responden bersedia mendukungnya jadi presiden AS. (Jesse Grant/Getty Images for Disney/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktor Dwayne 'The Rock' Johnson buka suara atas hasil survei yang menunjukkan sebanyak 46 persen responden akan mendukung bila dirinya maju menjadi presiden Amerika Serikat.

The Rock mengungkapkan rasa tersanjung yang ia rasakan atas hasil survei media Newsweek tersebut melalui sebuah unggahan di media sosialnya pada akhir pekan kemarin.

"Saya tidak berpikir para bapak pendiri kita PERNAH membayangkan seorang pria nyaris dua meter, botak, betato, separuh hitam, separuh Samoa, peminum tequila, pengemudi truk pickup, pria dengan perut tas pinggang, bakal bergabung dengan mereka," kata Johnson berkelakar.


"Namun bila mereka pernah, ini akan jadi kehormatan melayani kalian, rakyat Amerika," lanjutnya.

[Gambas:Instagram]



Hasil survei ini bak jawaban keinginan Johnson sebelumnya. Pada Februari 2021, Johnson menyebut dirinya bersedia maju menjadi presiden bila memang mendapatkan dukungan.

"Saya akan mempertimbangkan maju jadi capres di masa mendatang jika memang rakyat menginginkannya. Saya sungguh-sungguh, dan saya tidak asal bicara ketika memberikan jawaban. Namun, semuanya tergantung warga lain," ujar Johnson kepada USA Today.

Meski demikian, Johnson menegaskan bahwa semuanya tergantung keinginan warga Amerika Serikat, jadi ia hanya bisa menunggu.

"Saya akan menunggu dan saya akan mendengarkan," katanya.

Johnson sebenarnya sudah menyampaikan ketertarikannya untuk masuk bursa capres AS sejak 2016, ketika negaranya sedang ramai isu pemilu yang akhirnya dimenangkan oleh Donald Trump.

Beberapa bulan setelah itu, muncul survei yang memperlihatkan bahwa Johnson ternyata lebih populer ketimbang Trump jika diadakan pemilu lagi.

Dalam jajak pendapat itu, Public Policy Polling meminta responden menjatuhkan pilihan jika pemilu hanya menawarkan dua nama, Johnson dan Trump.

Hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat Amerika akan memilih The Rock dengan nilai perolehan suara 42 persen berbanding 37 persen.

(end)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK