Black Sabbath Hidupkan Kembali Album Tahun 1975

tim, CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 08:30 WIB
Grup band metal asal Inggris, Black Sabbath tak lama lagi akan merilis paket album istimewa yang merupakan perilisan ulang album Sabotage (1975). Grup band metal asal Inggris, Black Sabbath tak lama lagi akan merilis paket album istimewa yang merupakan perilisan ulang album Sabotage (1975). (Foto: Dok. https://commons.wikimedia.org)
Jakarta, CNN Indonesia --

Band heavy metal asal Inggris, Black Sabbath dalam waktu dekat akan merilis ulang album ke-6 mereka, Sabotage. Rilisan terbaru akan dilengkapi sejumlah lagu tambahan.

Edisi khusus dari album yang mulanya dirilis tahun 1975 tersebut rencananya akan diluncurkan 11 Juni mendatang. Selain rekaman asli, album tersebut menampilkan rekaman live Black Sabbath saat menggelar tur di Amerika Serikat tahun 1975.

Dari 16 lagu live yang akan dihadirkan, 13 di antaranya belum pernah dirilis dan disimpan sejak 46 tahun yang lalu. Album yang akan dirilis secara fisik ini juga akan menghadirkan potret-potret lawas band Ozzy Ousbourne tersebut.


Dilansir dari Ultimate Classic Rock, rilisan terbatas ini terdiri dari 4 CD, yang berisi Original Album Remastered, North American Tour Live '75, North American Tour Live '75 (part 2), dan North American Tour Live '75 (part 3).

Album tersebut akan menghadirkan lagu-lagu legendaris Black Sabbath, di antaranya Hole in the Sky, Megalomania, dan Am I Going Insane. Pada album ini, anggota Black Sabbath terdiri dari Ozzy Osbourne (vokal), Tony Iommi (gitar), Geezer Butler (bassa), dan Bill Ward (drum).

Aktif sejak 1968, band ini telah lahirkan 19 album rekaman. Pada tahun 2013 mereka merilis album terakhir mereka berjudul 13, sebelum memutuskan berhenti atau bubar 2017 silam.

Di sebuah kesempatan, salah satu personel Black Sabbath Tony Iommi sempat menyatakan Black Sabbath punya wacana untuk reuni pada tahun 2022 mendatang. Namun, Ozzy menyebut ia tak akan turut serta.

(fjr/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK