Ussy Sulistiawaty Curhat Pengalaman Positif Corona

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 07:45 WIB
Ussy Sulistiawaty mencurahkan pengalamannya kala positif corona beberapa waktu terakhir. Ussy Sulistiawaty mencurahkan pengalamannya kala positif corona beberapa waktu terakhir. (Screenshot dari Instagram @ussypratama)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ussy Sulistiawaty mencurahkan pengalamannya kala positif corona beberapa waktu terakhir. Ia mengaku sempat bingung mengapa dirinya bisa positif Covid-19 padahal taat menjalankan protokol kesehatan dan mengonsumsi vitamin.

Dalam sebuah video di akun YouTube miliknya yang ditayangkan Rabu (14/4), Ussy menjelaskan bahwa awal yang ia rasakan adalah gatal pada tenggorokan pada Selasa malam 23 Maret 2021. Keesokan harinya, anaknya, Sheva, juga merasakan hal yang sama.

Ussy dan Sheva sempat didiagnosis hanya flu. Namun kondisinya tak kunjung membaik hingga dua hari kemudian. Merasa khawatir karena batuk semakin parah, ia pun memutuskan untuk ke rumah sakit dan tes PCR. Rupanya, ia positif Covid-19.


"Yang saya rasakan ketika saya positif, memang benar sih Covid ini katanya menghantam mental kita. Ketika saya tahu saya positif, badan saya seperti ditarik ke bawah, berat banget badan saya, dan tulang saya seperti ditusuk-tusuk," kata Ussy yang menyebut ada sedikit flek di parunya.

"Sepanjang perjalanan pulang, saya tuh berpikir. Saya itu termasuk orang yang paling bawel soal prokes, mulai dari masker, vitamin, madu, bahkan kalau golf aja saya sering pakai masker," kata Ussy. "Semprot sana-semprot sini, cuci tangan segala macam,"

"Terus tiba-tiba saya positif. Perjalanan pulang dari RS itu saya sampai menangis, kenapa? Pikiran saya traveling ke belakang, saya bertemu siapa saja, ngapain aja, kira-kira kenanya di mana," lanjutnya.

"Saya menarik kesimpulan waktu itu. Pada akhirnya kita enggak bisa tracking kita kenanya di mana. Virus ini ternyata, kata dokter pun begitu, ada di mana saja. Dia bisa hinggap kapan pun, di sekitar kita. Yang membedakan adalah imun, kalau imun kita bagus, virus itu akan mati dilawan sama antibodi kita sebelum sempat bersarang di mana-mana," kata Ussy.

Ussy tak mau menyalahkan siapapun terkait situasi positif yang ia alami. Ia menyebut mungkin kesalahan itu ada pada dirinya, bisa jadi mulai dari masker yang dipakai tidak sesuai anjuran, hingga kurang bisa menjaga imun tubuh.

Ia menyebut hal lain yang membuat dirinya sedih adalah ia tak bisa memberikan ASI kepada anaknya, Saka. Hal itu karena pengaruh obat avigan yang ia konsumsi untuk Covid pada ASI yang ia hasilkan.

Ussy juga menyebut bahwa bukan hanya dirinya yang positif. Usai melakukan tes PCR kepada semua pihak di rumahnya, diketahui Andhika dan beberapa orang yang bekerja dengan mereka ikut positif.

Ussy menyebut dirinya terus berusaha menguatkan dirinya sendiri dalam menghadapi Covid-19 yang sempat membuat ia amat khawatir dan merasa bersalah.

[Gambas:Youtube]



Hingga ketika Andhika dan Ussy akhirnya negatif, mereka kembali melakukan tes PCR. Namun kali ini, asisten rumah tangga yang selama ini menjaga Saka kala Ussy isolasi mandiri mendapatkan hasil positif.

"Ketika Ike (ART yang menjaga Saka) positif, anak-anak di PCR kembali dan Saka positif," kata Ussy yang kemudian diperbolehkan menjaga Saka lantaran ia sudah memiliki antibodi.

Sempat ketakutan, Ussy bersyukur kondisi Saka tetap normal dan lincah seperti biasanya. Kini, Ussy dan Andhika mengaku sudah pulih seutuhnya serta mengucapkan terima kasih atas dukungan dari teman dan penggemar mereka.

"Alhamdulillaahhh. Tadi pagi Kamis 15 april 2021 Saka PCR dan hasilnya negatif. Makasiii semua doanya teman-teman kami para penyintas covid. Semoga semua teman-teman selalu dikasih kesehatan dan keselamatan, pandemi ini segera berlalu dan hidup kita kembali normal lagi, aamiiin," tulis Ussy dan Andhika dalam kolom komentar video mereka.

(Tim/end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK