RUNTAI SELEB

Jalan Isyana Mencapai Titik Kulminasi Seorang Musisi

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Rabu, 28/04/2021 19:45 WIB
Untuk mencapai musiknya hari ini, Isyana Sarasvati melewati perjalanan panjang. Isyana menikmati proses pendewasaan dalam bermusik. Untuk mencapai musiknya hari ini, Isyana Sarasvati melewati perjalanan panjang. (Foto: dok. Sony Music Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia --

Isyana Sarasvati menjadi sorotan sejak merilis album solo ketiga bertajuk LEXICON 2019 lalu. Sebanyak delapan lagu dalam album itu sangat berbeda dengan karya Isyana sebelum yang bergenre pop.

Isyana hadir dengan nuansa musik yang kental dengan genre klasik dikawinkan dengan rock progresif.

Musisi asal Kota Kembang itu seakan menunjukkan bahwa inilah Isyana yang sesungguhnya. Terlebih kata 'lexicon' yang merupakan bahasa Inggris berarti kamus. Dengan kata lain, album LEXICON adalah kamus seorang Isyana.


Jati diri Isyana dalam klasik diperkuat dengan perilisan single Unlock The Key dan Il Sogno yang terasa serupa meski ada sedikit berbeda. Unlock The Key mengisahkan gejolak emosi, sementara Il Sogno mengisahkan tentang mimpi yang seakan menjadi pertanda.

Lewat karya terbarunya Isyana seperti mencapai titik kulminasi dari seorang musisi. Namun, ia tetap rendah hati ketika mendapat pujian dan merasa masih banyak musisi yang lebih hebat.

Berikut wawancara CNNIndonesia.com dengan Isyana Sarasvati:

Il Sogno gambarkan Mimpi. Sebenarnya mimpi apa yang menjadi landasan utama pembuatan lagu Tersebut?

Sebenarnya akumulasi dari berbagai macam mimpi yang aku alami. Karena terkadang, aku orang yang suka mimpi dan mimpi-mimpi itu bisa sangat vivid (cerah), dan ada juga yang jadi pertanda dan kejadian di dunia nyata. Aku enggak tahu itu de javu atau apa.

Kemudian ada mimpi-mimpi yang membuat aku bertanya-tanya aja, 'Ini mimpi apakah suatu pertanda baik atau buruk?.' Jadi, ini hanya murni cerita tentang pengalaman aku dengan mimpi-mimpi yang aku alami. Jadi ini lagu memang, 'ini yang gue rasain'.

Apa saja yang sempat menjadi kenyataan?

Kalau yang mimpi yang kejadian untungnya bukan suatu yang buruk. Cuma hal-hal minor, hal minor banget lah. Ada beberapa gitu yang, contohnya yang simple banget ya yang enggak terlalu personal.

Aku mimpi ketemu dan teleponan sama orang ini yang udah lama banget enggak kontak. Itu besokannya telepon beneran, padahal enggak pernah kontak sama sekali. Itu salah satu contoh.

Cuma pada akhirnya ada beberapa mimpi-mimpi yang enggak bisa aku lupakan dan akhirnya aku tuangkan ke lagu Il Sogno. Salah satunya pernah mimpi mendaki Himalaya, aku merasa vivid banget ini mimpi, padahal aku pun enggak pernah kesana tapi kerasa real banget.

[Gambas:Youtube]

Mengapa menggunakan bahasa Italia (Il Sogno)?

Untuk lagu Il Sogno ini enggak tahu ya aku tiba-tiba kepikirannya ingin memasukkan bahasa Italia dengan basic knowledge yang aku punya, Kita juga ada kelas IPA, itu International Phonetic Alphabet, jadi di mana kita belajar how to pronounce Italian in the right way.

Sebenarnya kan liriknya tentang... hmm apa namanya...The dream that seems to always be alive. Apakah itu bisa apa enggak? Ternyata bisa-bisa saja, dan sudah cross check juga.

Besar ya pengaruh Italia dalam Il Sogno, dari lirik sampai musik...

Awalnya malah dari musiknya dulu, kalau untuk case Il Sogno ini musiknya jadi dulu baru aku kerjain lirik.

Sulit kah untuk menyesuaikan lirik dengan musik?

Enggak sih kalau aku, enggak tahu ya kalau orang lain. Kayaknya setiap seniman punya caranya masing-masing. Tapi kalau aku pribadi itu memang spontaneous.

Jadi, biar itu mengalir dulu seada-adanya sejujur-jujurnya. Jadi, biasanya aku kerjain dulu tanpa mikir tanpa rumus, dari situ nanti dirapih-rapihin, terus kirim ke produser. Gitu.

Seberapa sulit nyanyi musik klasik opera?

Kalau dibilang sulit, iya sulit, karena kita harus menemukan teknik yang pas untuk diri kita masing-masing. Kalau di dalam musik klasik enggak semua teknik diaplikasikan ke setiap orang karena instrumennya adalah tubuh kita dan tubuh orang beda-beda.

Maka dari itu biasanya kita diajarkan dulu basic, fundamental teknik seperti apa tapi kita selalu dikasih pekerjaan rumah sama dosen dan profesor untuk cari teknik yang paling nyaman sama diri kita. Orang terlahir dengan tipe dan timbre yang berbeda, aku masuknya lirycal soprano.

Cerita Isyana Racik Musik Opera dengan Rock Progresif

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK