Alasan Lukisan Kepala Beruang Da Vinci Bisa Rp236 Miliar

CNN Indonesia | Senin, 10/05/2021 10:25 WIB
Lukisan Kepala Beruang karya maestro legendaris, Leonardo Da Vinci, ditaksir bisa tembus setara Rp236 miliar di pelelangan. Lukisan Kepala Beruang Leonardo Da Vinci. (REUTERS/CHRISTIE'S2021)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lukisan Head of a Bear (Kepala Beruang) karya maestro legendaris, Leonardo Da Vinci, ditaksir bisa seharga US$16,7 juta atau setara Rp236 miliar di pelelangan.

Dilansir dari Reuters, pihak rumah lelang Christie menyebut faktor lukisan Kepala Beruang Da Vinci bisa tembus setara dengan ratusan miliar rupiah.

Lukisan tersebut merupakan satu dari koleksi amat langka yang tersisa dan berasal dari koleksi pribadi. Sejauh ini hanya ada kurang dari delapan lukisan Da Vinci merupakan koleksi pribadi di luar koleksi resmi Kerajaan Inggris dan Devonshire di Chatsworth.


Keistimewaan lainnya, Kepala Beruang merupakan salah satu dari segelintir lukisan karya terakhir Da Vinci.

Kepala Beruang merupakan lukisan Da Vinci yang digurat dengan kawat perak di atas kertas krem-merah jambu.

Lukisan itu disebut bakal menjadi lelang luar biasa di Christie di London dengan taksiran harga US$11,14 juta (Rp157 miliar) hingga US$16,7 juta (Rp236 miliar).

Kepala Beruang bisa mengalahkan rekor harga lelang lukisan Da Vinci lainnya, Horse and Rider, yang terjual 8 juta poundsterling pada 2001.

"Kami punya setiap alasan untuk percaya bahwa kami bisa memecahkan rekor baru pada Juli untuk (lelang) Head of a Bear. Itu merupakan salah satu dari karya terakhir oleh Leonardo (Da Vinci) yang bisa terjual," kata Kepala Departemen Old Masters Group Christie Paris, Stijn Alsteen.

Kepemilikan lukisan ini bisa dilacak dari pelukis asal Inggris, Thomas Lawrence. Jelang kematiannya pada 1830, pindah kepemilikan ke tangan Samuel Woodbum.

Woodbum kemudian menjual ke rumah lelang Christie pada 1860 seharga 2,5 poundsterleing, berdasarkan keterangan rumah lelang itu.

Lukisan Head of a Bear akan dipamerkan di rumah lelang Christie New York pada Sabtu (15/5), di Hong Kong pada bulan berikutnya, dan di London pada Juni.

(Reuters/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK