Charles Manson dan Kegilaan Kultus Sesat 'The Family'

CNN Indonesia | Minggu, 20/06/2021 10:48 WIB
Salah satu kisah legendaris yang menggambarkan kepanikan hal berbau kultus sesat adalah Charles Manson dan 'the Family' yang ia pimpin. Salah satu kisah legendaris yang menggambarkan kepanikan hal berbau kultus sesat adalah Charles Manson dan 'the Family' yang ia pimpin. (HO / Califrornia State Prison / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

The Conjuring: The Devil Made Me Do It tidak hanya mengadaptasi kasus pembunuhan yang dipengaruhi kuasa gelap ke layar lebar. Film itu juga mengadopsi ketakutan terhadap satanisme dan hal-hal gaib yang dinarasikan dalam sekte Disciples of Ram (Murid-murid Domba).

Kondisi ketakutan masyarakat akan satanisme tersebut sesungguhnya tercatat pernah terjadi di Amerika Serikat, tepatnya sekitar dekade '60-an hingga '80-an, dan dikenal sebagai satanic panic.

Salah satu yang menyebabkan situasi kepanikan itu adalah keberadaan kultus Manson Family di California pada 1960-an. Kultus ini dipimpin musisi Charles Millie Manson yang memiliki riwayat beberapa kali mendekam di penjara.


Kasus yang paling dikenal dari Manson Family ini adalah pembunuhan aktris Sharon Tate pada Agustus 1969.

Kala itu, empat pengikut Manson Family mendobrak rumah yang disewa pasangan selebritas Sharon Tate dan Roman Polanski. Mereka membunuh Tate yang sedang hamil delapan bulan, tiga temannya, dan seorang pemuda 18 tahun yang ditemui sebelum masuk ke rumah Tate.

Bukan hanya itu. Usai membunuh Tate dengan kejam, keempat pelaku menggunakan darah aktris tersebut untuk menulis "PIG" di pintu depan.

Tak puas, kelompok Manson Family juga membunuh pasangan kaya Leno dan Rosemary LaBianca hanya sehari usai menghabisi nyawa Tate dan tiga temannya. Mereka juga meninggalkan tulisan di pintu depan rumah LaBianca dengan darah para korban.

A new home, seen August 7, 2019, on Cielo Drive in Beverly Hills, California, has replaced the now razed home in which Sharon Tate and four others were killed by the Manson Family 50 years ago. - The gruesome two-day murder spree orchestrated by Charles Manson which left pregnant actress Sharon Tate and six other people dead still haunts the American psyche as the 50th anniversary of the August 8 and 9, 1969 killings nears. (Photo by Robyn Beck / AFP)Rumah beralamat 10050 Cielo Drive, Los Angeles, lokasi pembunuhan Sharon Tate. (Robyn Beck / AFP)

Pembunuhan tersebut membuat geger Los Angeles dan menimbulkan kepanikan. Betapa tidak, salah satu korban yang merupakan teman Tate, Wojciech Frykowski, ditikam lebih dari 50 kali dan ditembak dua kali. Penyidikan pun dilakukan besar-besaran.

Hingga kemudian, pada Oktober 1969, sejumlah anggota Manson Family tertangkap polisi karena kasus pencurian kendaraan. Dari penangkapan tersebut, polisi kemudian mengetahui keberadaan Manson Family dan rencana gila mereka di balik pembunuhan Sharon Tate dan pasangan LaBianca.

Charles Manson, pemimpin Manson Family, pada 8 Agustus 1969 diketahui memerintahkan salah satu pengikutnya yang bernama Charles 'Tex' Watson dan tiga anggota lainnya untuk ke rumah beralamat 10050 Cielo Drive dan membunuh siapapun yang ada di sana "sekejam mungkin".

Rumah tersebut diketahui sempat ditempati oleh produser musik Terry Melcher yang pernah menolak memberikan kontrak rekaman kepada Manson.

Pada musim panas 1969, rumah tersebut disewa oleh pasangan Sharon Tate dan Roman Polanski. Namun pada hari kejadian, Polanski tengah berada di Eropa dan meminta dua temannya menemani sang istri.

Usai pembunuhan Tate terlaksana, Manson juga diketahui memerintahkan beberapa anggota kultus itu untuk mencari orang lain untuk dibantai. Mereka pun memilih rumah LaBianca yang dikenal sebagai petinggi toko grosir terkenal kala itu.

Crazy Charlie

Kegilaan Charles Manson bukan datang dalam semalam. Ia sejak remaja telah keluar-masuk penjara karena beragam kasus.

Britannica mencatat, Charles Manson lahir pada 12 November 1934 di Cincinnati dari seorang perempuan berusia 16 tahun. Ayah kandung dari Manson tak pernah diketahui. Manson sempat tinggal bersama paman dan bibinya usai sang ibu dipenjara akibat perampokan bersenjata.

Pada usia sembilan tahun, Manson menghabiskan sebagian besar hidupnya di panti asuhan atau di penjara atas kejahatan seperti pencurian kecil, perampokan bersenjata, dan perampokan mobil.

Di dalam penjara tersebut, dia diduga mendengar soal The Beatles dari radio yang diputar kala itu. Dari sanalah, ia kemudian berambisi menjadi musisi paling terkenal di dunia dan punya banyak penggemar. Namun di sisi lain, ia juga terobsesi menjadi orang paling penting.

Hingga ketika dirinya keluar penjara pada 1967, dua tahun sebelum pembunuhan Sharon Tate, Manson pindah ke San Fransisco dan menarik anak-anak muda untuk membentuk sebuah kelompok kecil sebagai 'pengikut' dirinya. Pada 1968, ia pun ditasbihkan sebagai pemimpin 'the Family'.

kegilaan Charles Manson lanjut ke sebelah...

HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK