Dukungan Rekan Musisi untuk Kasus Konservatori Britney Spears

chri, CNN Indonesia | Jumat, 25/06/2021 04:18 WIB
Setelah lama bungkam, akhirnya Britney Spears buka suara di persidangan perihal masalah konservatori yang sedang ia hadapi. Britney Spears (Foto: AFP/VALERIE MACON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyanyi pop Britney Spears menginginkan konservatori berakhir dan mendapatkan kembali kehidupannya. Hal itu disampaikan dalam persidangan virtual pada Rabu (23/6) waktu setempat. Keinginan itu didukung rekan-rekan musisi dan selebritas lainnya.

Salah satu dukungan disampaikan diva pop Mariah Carey. Ia mendoakan pelantun Sometimes tersebut tetap kuat.

"Kami mencintaimu Britney!! Tetap kuat," cuitnya.


Pesan dukungan datang pula dari penyanyi Halsey. Ia berharap Britney mendapatkan kebebasan sebagaimana seperti yang layak ia dapatkan.

"Diberkatilah Britney dan saya harap dengan kesungguhan hati dia bisa diberikan kebebasan dari sistem kekerasan ini. Dia layak mendapatkan itu lebih dari apapun. Saya mengagumi keberaniannya buka suara hari ini," tulis Halsey.

Dukungan juga disampaikan Justin Timberlake. Ia mengungkapkan dukungan terhadap mantan kekasihnya itu melalui cuitan.

"Setelah apa yang kita lihat hari ini, kita harus mendukung Britney. Apa yang terjadi di masa lalu, baik dan buruk, tak peduli seberapa lama itu terjadi, yang dialami tidak benar. Tidak ada perempuan yang boleh dilarang membuat keputusan atas tubuhnya sendiri."

"Tidak seorang pun harus meminta izin untuk bisa mengakses yang telah mereka upayakan dengan susah payah. Jess dan saya mendukung keputusan Britney saat ini," tulis Justin.

"Kami harap pengadilan dan keluarganya mengambil keputusan yang benar dan membiarkannya hidup seperti yang dia inginkan," cuitnya.

Dalam persidangan, Britney Spears akhirnya angkat bicara mengenai konservatori yang dijalani selama 13 tahun atas perintah pengadilan.

"Banyak yang telah terjadi sejak dua tahun lalu...terakhir kali saya berada di pengadilan. Saya sudah lama tidak kembali ke pengadilan karena saya merasa tidak didengar di tingkat mana pun ketika saya datang ke pengadilan terakhir kali," ujar Britney, dilansir dari CNN.

Pelantun lagu Baby One More Time ini melanjutkan bahwa dirinya merasa telah dipaksa untuk tampil, tidak diberi privasi dan dipaksa untuk menggunakan alat kontrasepsi, mengkonsumsi obat tertentu, dan menghadiri sesi terapi di luar keinginannya.

Di hadapan hakim, Britney mengatakan bahwa dirinya dipaksa mengkonsumsi lithium, meskipun dia keberatan.

"Lithium adalah [obat] yang sangat, sangat keras dan obat yang sama sekali berbeda dari yang saya gunakan. Anda bisa mengalami gangguan mental jika Anda mengonsumsi terlalu banyak, [efeknya] bertahan lebih dari lima bulan," ujar Britney.

Sebagai catatan, Lithium adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan suasana hati (mood), yang salah satunya disebabkan oleh keadaan bipolar.

Britney Spears melanjutkan bahwa keluarganya, terutama ayahnya Jamie Spears yang bertanggung jawab atas konservatorinya tidak memedulikan kondisinya. Pernyataan lengkap Britney soal konservatori bisa dibaca di sini.

(chri/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK