Nick Guthe Ungkap Kematian Tragis Istri Terkait Long Covid

tim, CNN Indonesia | Jumat, 25/06/2021 09:40 WIB
Sutradara Nick Guthe mengungkapkan kematian tragis istrinya Heidi Ferrer karena 13 bulan tak sembuh dari gejala long Covid. Sutradara Nick Guthe mengungkapkan kematian tragis istrinya Heidi Ferrer karena 13 bulan tak sembuh dari gejala long Covid.(Foto: Getty Images via AFP/BRYAN BEDDER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sutradara Nick Guthe mengungkapkan kematian tragis istrinya, Heidi Ferrer karena 13 bulan tak sembuh dari gejala long Covid. Ferrer dikenal juga sebagai penulis skenario serial populer Dawson's Creek.

Guthe mengatakan istrinya mengalami gejala long Covid yang membuat kondisinya semakin melemah. Long Covid membuat Ferrer mengalami masalah pencernaan dan sakit yang luar biasa pada kakinya.

Selain itu, jantung Ferrer juga berdebar kencang setiap kali bangun dari tempat tidur. Dia juga mengalami tremor yang tak kunjung henti. Ferrer lalu meninggal bunuh diri pada 26 Mei lalu.


"Beberapa pekan sebelum meninggal, tremor neurologis mulai membuatnya tidak bisa tidur lebih dari satu jam," kata Guthe, seperti dilansir dari CNN.

Guthe dan Ferrer sempat mencoba mencari jawaban mengenai rasa sakit itu. Namun, dokter malah menunjukkan penyebab lain yang tidak sesuai dengan rasa sakit Ferrer.

Butuh waktu berbulan-bulan hingga akhirnya Ferrer dirujuk ke klinik long Covid-19. Surat rujukan tiba satu hari sebelum Ferrer meninggal dunia.

"Sangat sulit membuat orang perhatian pada penderita long Covid," tutur Guthe.

Ferrer juga sempat mendapat vaksin Covid-19 pada Maret lalu setelah mendengar bahwa vaksin dapat membantu penderita long Covid. Namun, tampaknya hal itu tak berlaku untuk Ferrer. Tremor terus membuatnya terbangun setiap malam.

"Keadaan Ferrer terus memburuk dan tidak tahu apakah bisa bertahan atau tidak. Saya selalu bilang bertahanlah, tolong bertahan," kata Guthe.

Akan tetapi, kondisi Ferrer tak kunjung membaik. Dia mulai kehilangan kemampuan berjalan dan duduk di kursi roda. Ferrer juga tak bisa mandi sendiri.

Kondisi istrinya yang memprihatinkan membuat Guthe berharap pemerintah turun tangan membantu penderita long Covid.

"Pemerintah perlu turun tangan sekarang dan mendanai penelitian segera dan memberikan layanan dukungan kesehatan mental untuk orang-orang seperti dia (Ferrer)," kata Guthe.

Ferrer adalah satu dari jutaan orang yang menghadapi long covid. Long Covid adalah gejala sisa jangka panjang yang muncul setelah penderita infeksi virus corona dinyatakan sembuh atau negatif Covid-19. Gejala ini dapat menetap hingga berbulan-bulan.

Direktur National Institute of Health, Francis Collins mengatakan penelitian awal mereka menemukan 10-30 persen pengidap Covid-19 bisa memiliki masalah kesehatan jangka panjang.

Beberapa gejalanya seperti kelelahan, sulit bernapas, gangguan tidur, kecemasan, demam, dan gejala gastrointestinal yang bisa berlangsung berbulan-bulan.

Hingga saat ini, masih belum diketahui secara pasti mengenai penyebab long Covid, orang yang berisiko mengalami long Covid, maupun perawatan untuk long Covid.

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu. Misalnya saja Komunitas Save Yourselves melalui Instagram @saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.
(chri/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK