Review Film: A Perfect Fit

Naely Himami, CNN Indonesia | Jumat, 16/07/2021 19:30 WIB
Terdapat sejumlah perpaduan adat dan konsep modern yang terlalu dipaksakan, namun film A Perfect Fit mampu mendarat manis di hati. Film A Perfect Fit (Foto: dok. Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --

Semua yang berkaitan dengan Bali memang identik indah dan romantis. Mulai dari bentang alamnya, adat istiadatnya, dan tak ketinggalan orang Bali yang cantik dan tampan.

Semua hal tersebut berpadu dengan harmonis seakan saling melengkapi dalam film A Perfect Fit yang kini telah tayang di Netflix.

Sesuai keterangan di kolom deskripsi, film bergenre romantis A Perfect Fit ini seolah ingin membawa semua hal romantis di Bali lewat 'ke-uwu-an' pasangan muda-mudi Saski (Nadya Arina) dan Rio (Refal Hady).


Sudah tak terhitung ada berapa banyak momen dan adegan romantis di film ini yang membuat hati saya ikut berbunga-bunga.

Dimulai dari momen ketika Saski menginjakkan kakinya di toko sepatu milik Rio setelah terpaksa mengikuti keinginan temannya, Andra (Laura Theux) yang mempercayai ramalan bahwa Saski akan bertemu pasangan sejatinya setelah berputar sebanyak tiga kali.

Kehadiran Saski yang tidak direncanakan itu mengagetkan Rio yang masih berbenah untuk menyelesaikan toko sepatunya. Namun, ia tak kuasa terpesona kecantikan Saski dan mengijinkan gadis itu untuk memilih sepatu di tokonya.

Tak hanya sekadar membantu Saski menemukan sepatu yang pas, Rio yang berjiwa bebas dan suka tantangan bahkan mendorong Saski untuk melihat dunia dari sudut pandang berbeda.

Hingga, mereka pun akhirnya terlibat dalam petualangan seru di Bali dan bertemu berbagai kejadian yang membuka hati.

Momen seperti ini sangat familiar di banyak film-film dan drama romantis lain yang bercerita tentang orang-orang yang saling jatuh cinta karena 'keajaiban'.

Salah satunya di film The Notting Hill (1999) yang bercerita tentang Will Thacker (Hugh Grant) seorang pemilik toko buku The Travel Book Co. di film Notting Hill yang jatuh cinta pada Anna Scott (Julia Roberts) yang secara tiba-tiba datang ke tokonya.

Tak perlu jauh-jauh, cerita tentang cinta yang datang tiba-tiba ini juga sudah pernah hadir di film besutan Netflix lain yakni Sobat Ambyar yang tayang pada Januari lalu.

Film A Perfect Fitdok. NetflixFilm A Perfect Fit (Foto: dok. Netflix)

Film dengan iringan lagu-lagu khas maestro Didi Kempot itu juga menggambarkan kisah cinta yang berawal dari pertemuan yang tidak disengaja, lalu berubah menjadi cinta.

Tak hanya menghadirkan adegan romantis, di film A Perfect Fit, sutradara Hadrah Daeng Ratu yang juga mengarahkan film Aku Tahu Kapan Kamu Mati (2020), Makmum (2019) dan Jaga Pocong (2018) ini, juga lebih berani untuk menghadirkan adegan ciuman, mulai dari yang romantis hingga yang 'panas'.

Mau tahu? Siap-siap untuk tersenyum saat menyaksikan Saski dan Rio akhirnya saling mengakui perasaan mereka dan berciuman mesra di bawah pelepah daun pisang di bawah guyuran hujan.

Momen ciuman di bawah gerimis tipis-tipis ini sangat mirip dalam drama-drama korea yang belakangan saya tonton untuk mengusir kebosanan.

Adegan pun sukses membuat saya tersenyum sambil sesekali memegang pipi yang ikutan hangat melihat kemesraan mereka.

Lanjutan review dapat dibaca di halaman berikutnya..

Perpaduan Manisnya Cinta dan Indahnya Bali

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK