Iwan Fals Pernah Acungkan Jempol untuk Nama Akidi Tio

CNN Indonesia | Senin, 02/08/2021 17:35 WIB
Sosok Iwan Fals juga pernah dibuat kagum oleh nama Akidi Tio dengan memberikan tanda jempol di cuitan Twitter beberapa waktu lalu. Iwan Fals pernah beri acungan jempol ke Akidi Tio. (CNNIndonesia/Yudhi Mahatma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sosok Iwan Fals juga pernah dibuat kagum oleh nama Akidi Tio. Ia bahkan memberikan tanda jempol untuk nama mendiang pengusaha tersebut.

Nama mendiang Akidi Tio sempat melambung tinggi lantaran pihak ahli waris mengklaim ikut menyumbang untuk dana Covid-19 sebesar Rp2 triliun.

Bantuan itu bahkan sempat disampaikan secara simbolis oleh Direktur Utama RS RK Chariras Palembang Hardi Darmawan, kepda Polda Sumsel, pada 26 Juli.


Sekitar dua hari berselang, Iwan Fals pun berkicau di akun Twitter terkait donasi besar keluarga Akidi Tio.

Ia menuliskan nama "Akidi Tio" kemudian menambahkan emoticon acungan jempol yang menandakan pujian baginya.

Sejumlah pengguna Twitter menanggapi cuitan sang musisi senior tersebut. Ada yang ikut takjub dengan rencana keluarga Akidi Tio menyumbang Rp1 triliun.

"Masih Ada dan Banyak orang baik dan peduli dengan sesamanya. Ta'k peduli Agama, Ras, Suku, atau apa pun. Yang jelas ini bentuk dari ke pedulian dan ke Manusiaan...semoga Elit yang hanya bisa merongrong diberikan sentuhan oleh Tuhan, agar kembali ke jalan per Saudaraan.." komentar salah satu netizen.

Namun, ada pula yang berkomentar miring terkait sumbangan keluarga Akidi Tio itu.

"Gak jelas itu, Pak. Nyumbang 2T tapi namanya seumur hidup gak pernah ada di kantor pajak," tulis netizen lainnya.

Belakangan, anak Akidi Tio, Heriyanti, ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan penghinaan terhadap negara.

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menggunakan pasal penghinaan negara dan penyiaran berita tidak pasti untuk menjerat Heriyanti, anak Akidi Tio terkait pemberian sumbangan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 yang bermasalah.

"Akan kita kenakan UU nomor 1 tahun 1946, pasal 15 dan 16. Ancaman (pidana) di atas 10 tahun karena telah membuat kegaduhan," ujar Direktur Intelkam Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro, Senin (2/8).

Ratno berujar, saat ini penyidik masih mendalami motif yang melatarbelakangi Heryanti melakukan hal tersebut. Pihaknya pun masih menyelidiki seberapa jauh keterlibatan dokter pribadi keluarga Akidi, Hardi Darmawan, yang menjadi perantara dalam pemberian bantuan secara simbolis kepada Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Eko Indra Heri.



(tim/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK