Jennifer Aniston Ogah Jumpa Para Anti-Vaksin Covid-19

chri, CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 16:29 WIB
Bintang serial Friends Jennifer Aniston ini menjadi salah satu artis yang sudah aktif menyerukan jaga jarak sosial dan protokol kesehatan. Jennifer Aniston (Foto: Rich Fury/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Baru-baru ini, aktris Jennifer Aniston mengaku tak pernah mau memberi ruang untuk Covid-19 di hidupnya.

Ia mengaku sampai putus hubungan dengan sejumlah orang dalam kehidupannya karena mereka tidak mau divaksin atau tak mau percaya dengan fakta-fakta kala pandemi Covid-19 di dunia.

"Masih ada begitu banyak orang yang tidak mau divaksin (anti-vaksin) atau tidak mau mendengarkan fakta. Itu sungguh memalukan," kata Jennifer Aniston dalam wawancara untuk cover InStyle seperti dilansir People, Selasa (3/8).


"Saya baru saja putus kontak dengan beberapa orang yang menolak vaksin atau tidak mengungkapkan telah divaksinasi atau tidak. Itu sangat disayangkan," tuturnya.

Jennifer Aniston menilai saat ini perlu untuk selalu menginformasikan mengenai hal tersebut dan pentingnya vaksinasi kepada banyak orang di tengah pandemi ini.

"Saya merasa itu adalah kewajiban moral. Ini rumit karena semua orang berhak beropini tapi banyak sekali opini tak berdasarkan fakta melainkan hanya ketakutan atau propaganda," tuturnya.

Bintang serial Friends ini menjadi salah satu artis yang sudah aktif menyerukan jaga jarak sosial dan protokol kesehatan lainnya sejak virus Corona menyebar di dunia pada Maret 2020. Ia juga kerap mengingatkan fan untuk selalu menggunakan masker.

"Ini sangat sederhana dan rekomendasi yang efektif. Ini malah dipolitisasi dengan mengorbankan nyawa orang. Ini seharusnya tidak menjadi perdebatan," tulis Jen di Instagram stories kala itu.

"Pikirkan orang-orang yang sudah sangat terdampak karena virus mengerikan ini. Lakukan untuk keluargamu, terlebih lagi untuk dirimu sendiri. Covid memengaruhi segala usia."

Berdasarkan data John Hopkins University yang diakses pada Rabu (4/8) siang waktu Indonesia, pandemi yang terjadi sejak 2020 ini telah menginfeksi 199.499.792 orang dan merenggut 4.245.542 nyawa di dunia.

Mereka juga mencatat setidaknya lebih dari 4 miliar dosis vaksin telah disalurkan ke seluruh dunia.

AS selama ini telah melaporkan 35.231.310 kasus dengan 614.263 kematian. Hal itu membuat AS masih berada di posisi dengan jumlah kasus terbanyak di dunia. Lebih dari 346,1 juta dosis vaksin telah disalurkan di sana.

(chri/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK