CERITA DI BALIK LAYAR

Jalan Terjal Kamila Andini Melahirkan Yuni di Tengah Pandemi

fby, CNN Indonesia | Sabtu, 25/09/2021 21:31 WIB
Film Yuni lahir di tengah himpitan pandemi. Namun, upaya Kamila Andini terbayar dengan meraih penghargaan Platform Prize TIFF 2021. Film Yuni lahir di tengah himpitan pandemi. Namun, upaya Kamila Andini terbayar dengan meraih penghargaan Platform Prize TIFF 2021. (Foto: CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sutradara film Yuni, Kamila Andini menceritakan perjuangannya menyelesaikan produksi di tengah pandemi. Proses pascaproduksi film ini sempat terganggu akibat pandemi Covid-19.

"Sebenarnya syutingnya sebelum pandemi, tapi kan basically ada post produksinya waktu pandemi. Ini kan filmnya co-produksi antarnegara dan seharusnya kita melalukan beberapa post produksi nggak di Indonesia." ujar Kamila kepada CNNIndonesia.com pada Kamis (23/9).

Fase pasca-produksi film Yuni dilakukan paralel di sejumlah negara, termasuk pengerjaan musik di Perancis. Pandemi membuat hal tersebut harus digarap secara virtual.


"Harusnya ngerjain musik di Perancis,suara di Singapura, grading di Thailand. Tapi kan karena pandemi jadi gak bisa travel, akhirnya semua harus virtual, lewat laptop." tutur Kamila.

"Itu lumayan down dan frustrated banget sebenarnya. Tapi kan memang harus dijalani," ujarnya.

Film Yuni sendiri mengisahkan pernikahan remaja. Cerita terinspirasi dari pengalaman asisten rumah tangga Kamila yang pamit pulang kampung karena harus menemani anaknya yang baru berusia 17 tahun melahirkan, dan juga cerita perempuan yang ia pernah dengar lainnya.

Kamila beserta para pemain film ini pun melakukan riset untuk mendalami topik besar tentang pernikahan remaja.

Nama Yuni sendiri terinspirasi dari puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Kamila sudah membayangkan dari awal akan membuat karakter anak perempuan yang lahir di Bulan Juni yang akhirnya diberi nama Yuni.

"Jadi film ini banyak memakai puisi Sapardi Djoko Damono. Salah satu metafor yang terbesar ya Hujan di Bulan Juni dan itu sudah kebayang dari awal bakal pakai puisi itu dan puisi-puisi yang lain." ucap sutradara berusia 35 tahun tersebut.

Setelah raih penghargaan di Toronto International Film Festival (TIFF), film ini juga dikonfirmasi akan tayang di beberapa festival lainnya, termasuk Busan International Film Festival. Sementara, penayangan film ini di Indonesia belum bisa dipastikan.

Kamila Andini berharap film ini bisa banyak ditonton dan memicu diskusi bertopik pernikahan remaja. Ia pun berharap pihak-pihak terkait dapat membuat perubahan setelah menonton film.

Kemenangan film Yuni di TIFF 2021 diharapkan dapat memperlihatkan Kamila sebagai sineas yang lebih dewasa dalam berkarya serta dapat membuka kesempatan-kesempatan baru bagi Kamila.

[Gambas:Youtube]

(fby/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK