Ketat Sensor Film China, dari Dinasti Ming ke Xi Jinping

CNN Indonesia | Minggu, 10/10/2021 12:47 WIB
China telah menyensor konten, termasuk film sejak Dinasti Ming dan berkembang hingga kini. Ilustrasi. China telah menyensor konten, termasuk film sejak Dinasti Ming dan berkembang hingga kini. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengawasan penuh pemerintah pada masyarakat seperti menjadi atribut yang melekat pada Partai Komunis China selama ini. Semua sektor kehidupan masyarakat --termasuk industri hiburan-- tak pernah diserahkan sepenuhnya pada pasar dan harus tunduk pada regulasi dan nilai-nilai komunal.    

Meski dalam dua bulan terakhir isu ini semakin mencuat dengan berbagai pembatasan mulai dari bayaran artis hingga larangan pria kemayu tampil di televisi, sesungguhnya pengawasan ketat pada intelektual China sudah berlangsung sejak Dinasti Ming (1368-1644)

Represi terjadi dalam perbedaan pendapat politik dalam sejarah sastra.


Gao Qi, seniman yang dikenal sebagai Empat Raksasa Sastra Suzhou, bersama tiga penyair lainnya dieksekusi di depan umum di masa pemerintahan Kaisar Hongwu, Zhu Yuanzhang, karena dianggap terlibat konspirasi perlawanan.

Situasi serupa juga terjadi di masa-masa emas perfilman China pada awal 1920-an.

Ironinya, saat itu begitu banyak pengusaha berlomba-lomba investasi dalam bisnis tersebut.

Sekitar 176 studio film berdiri pada pertengahan 1920 dengan 146 di antaranya berada di Shanghai. Sebagian besar studio itu menghasilkan uang dengan cepat dengan meminjam peralatan, kemudian membuat film berkualitas rendah, dan masuk ke bioskop.

Situasi itu kemudian meresahkan studio film besar.

Dengan tudingan merusak pertumbuhan industri film yang sehat dan menurunkan kualitas produksi, studio film besar mendorong pemerintah membentuk kontrol resmi atas sektor perfilman.

Berdasarkan Encyclopedia of Chinese Film yang disunting oleh Yingjin Zhang dan terbit pada 2002, pemerintah Kuomintang (KMT) pada akhir 1920-an resmi memulai operasi penyensoran.

Mereka menyensor film-film yang berhubungan dengan bela diri, legenda, dan mitos karena studio-studio kecil sepenuhnya bergantung pada genre tersebut. Pemerintah menyebut genre tersebut mempromosikan takhayul, serta tidak memiliki akurasi sejarah.

Kejadian itu menjadi salah satu tonggak historis pembatasan industri hiburan di China. Kontrol terhadap publik yang begitu ketat ini kemudian masih berlangsung hingga sekarang.

Kontrol negara atas film, serta sektor hiburan lainnya seperti televisi, radio, hingga telekomunikasi semakin ditegaskan pada 1998, seiring dengan pendirian Administrasi Negara Radio, Film, dan Televisi (SARFT).

Seperti dalam jurnal History of the Chinese Film Industry oleh the Media Entertainment and Arts Alliance yang dipublikasikan pada 2002, SARFT melapor langsung ke Dewan Negara dan bertanggung jawab menyetujui konten film, program televisi, dan radio.

Lembaga ini terdiri atas 30 orang bersama staf dengan berbagai latar belakang dan dibagi dalam beberapa bidang kewenangan, seperti produksi bersama internasional yang ditangani tiga hingga empat orang.

Mereka juga menetapkan alokasi proporsi waktu untuk program televisi asing sesuai dengan syarat Departemen Propaganda Partai Komunis China.

Tujuan utama sistem sensor adalah mempromosikan moralitas konfusianisme, stabilitas politik, dan harmonisasi sosial.

Proses sensor perfilman di China di halaman selanjutnya...

Proses Sensor Perfilman China

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK